Salju Kilimanjaro, Mungkin Hanya Ada dalam Cerpen Ernest Hemingway

Klikhijau.com - Minggu kemarin ketika membereskan lemari buku yang berantakan oleh pengunjung, saya menemukan sebuah buku kecil yang berukuran sekitar 17 cm. Sampul bukunya bergambar gunung bersalju d...

Salju Kilimanjaro, Mungkin Hanya Ada dalam Cerpen Ernest Hemingway
Bacakan Artikel

"Rasanya seperti sangat emosional ketika menemukan beberapa es yang didaki beberapa tahun silam telah hilang. Ini terasa jelas gunung yang sangat berbeda," ungkapnya.

Gadd sendiri telah dijuluki pahlawan gunung oleh PBB karena keberhasilannya mengeksplorasi bagaimana perubahan iklim telah berdampak pada pegunungan di dunia.

Karena kepunahan lapisan es ekstrem inilah yang menjadikan gunung Kilimanjaro menjadi subjek banyak penelitian ilmiah.

Gunung ini disebutkan juga memiliki 2 musim hujan. Musim hujan pertama di bulan Maret hingga Mei, sedang  di musim hujan kedua di bulan November.

Sedangkan binatang yang paling berbahaya untuk para pendaki di gunung ini adalah gajah dan kerbau. Namun dalam cerpen Salju Kilimanjaro ini, Ernest menggambarkan bahwa binatang yang patut diwaspadai adalah hyena.

Apalagi jika tubuh terluka dan mengeluarkan darah. Situasi mencekam terasa semakin menusuk ketika pasangan suami istri ini mengalami halusinasi dan saling memaki. Mungkin sudah tabiat manusia jika dihadapkan pada satu situasi sulit akan semakin mudah bertengkar.

Ketika seseorang yang sedang terluka lebih memilih meminum alkohol untuk menenangkan ketakutannya, ketimbang memulihkan kesehatannya tentu akan melahirkan banyak konflik. Termasuk mungkin menyerahkan hidup kepada para binatang pemangsa yang mungkin juga hanya ingin bertahan hidup selayaknya manusia.

Nah, setelah membaca sedikit ulasan buku Ernest Hemingway ini apakah Anda tertarik ke Afrika untuk mendaki gunung Kilimanjaro? Atau apakah Anda dapat membayangkan, bagaimana geramnya Hemingway karena bakal kehilangan “fakta” dalam cerpennya itu?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2