Sakit Kepala jika Memakai Kacamata Baru? Begini Penyebabnya!
Klikhijau.com - Ada sebagian orang yang kadang merasakan pusing dan sakit kepala saat memakai kacamata baru. Kondisi ini kadang membuat jengkel atau menimbulkan ketidaknyamanan. Beberapa orang memi...
Klikhijau.com - Ada sebagian orang yang kadang merasakan pusing dan sakit kepala saat memakai kacamata baru. Kondisi ini kadang membuat jengkel atau menimbulkan ketidaknyamanan.
Beberapa orang memilih berhenti sepenuhnya memakai kacamata baru karena sakit kepala yang dirasakan. Padahal, sakit kepala awal dari kacamata baru sebenarnya bisa sangat normal dan bukan berarti harus berhenti memakainya.
Perntanyaannya adalah apakah ini benar-benar normal atau tidak? Meski penglihatan yang semula kabur menjadi jernih?
Para ahli mata menyebut bahwa ada kesalahan bias yang merupakan ketidaksempurnaan bentuk mata yang akhirnya berdampak pada daya fokus mata.
[irp]
Jika Anda sudah memakai kacamata dan resep baru tidak berubah secara drastis, maka mata dapat menyesuaikan diri dengan mudah. Namun, berbeda halnya dengan orang yang baru pertama kali mengenakan kacamata atau perubahan resep besar-besaran.
Hal tersebut akan membuat mata harus mengeluarkan strategi lebih ekstra agar dapat melihat dengan jelas.
Michael J Wojciak, seorang dokter mata di Schaumburg mengatakan jika resep kacamata baru sedikit lebih kuat dari yang lama. Jadi kemungkinan dibutuhkan beberapa adaptasi, kata Dr Wojciak seperti dikutip dari Detikhealth.
Dr Wojciak menuturkan seseorang biasanya membutuhkan adaptasi untuk kacamata barunya ini sekitar 7 hari atau lebih. Tetapi jika tidak ada perbaikan dan terus merasa pusing maka ada kemungkinan resep kacamata ini tidak akurat.
Untuk pasien yang memiliki silindris, bentuk dan bahan lensa yang digunakan memainkan peran besar dalam proses adaptasi ini. Lensa jenis polycarb biasanya membutuhkan adaptasi yang lebih lama untuk pasien silindris.
Kondisi ini terutama terjadi pada pasien yang memiliki resep silindris -1,5 atau lebih. Serta frame kacamata yang terlalu lebar juga bisa memicu timbulnya rasa tidak nyaman saat proses adaptasi ini.
Sementara, Laura Di Meglio, O.D. mengatakan otot-otot dan sistem pemfokusan mata tiba-tiba harus bekerja secara berbeda. Inilah yang membuat kepala menjadi sakit.
Sakit kepala ini biasanya hilang setelah beberapa hari penggunaan. Begitulah kata instruktur oftalmologi di John Hopkins Medicine, Amerika Serikat ini.
[irp]