Saatnya Wanita Merawat Bumi dengan Menstrual Cup
Klikhijau.com - Pembalut sekali pakai adalah kebutuhan wanita tiap bulan. Ketika datang bulan barangkali wanita menggunakan 3-4 pembalut sekali pakai dalam sehari. Kalikanlah itu selama ia datang bula...
Klikhijau.com - Pembalut sekali pakai adalah kebutuhan wanita tiap bulan. Ketika datang bulan barangkali wanita menggunakan 3-4 pembalut sekali pakai dalam sehari. Kalikanlah itu selama ia datang bulan dan berapa banyak wanita yang datang bulan. Hasilnya tentu akan segunung.
Lama menstruasi biasanya tiga hingga tujuh hari, terjadi pendarahan uterus disertai pelepasan endometrium, lapisan terdalam pada rahim dan tempat menempelnya ovum yang telah dibuahi.
Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, penduduk perempuan dari rentang usia 10-49 tahun di Indonesia berjumlah 82,6 juta orang akan menumpuk 2,3 miliar lebih sampah pembalut setiap bulannya.
Jika telah jadi sampah pembalut wanita akan menyebabkan masalah baru, sebab sulit terurai sehingga akan mencemari lingkungan.
[irp]
Jeanny Primasari, penggagas komunitas Zero Waste Nusantara pernah menungkapkan jika pembalut memiliki kandungan plastik di dalamnya. Artinya pembalut membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai.
Bukan hanya itu, sebuah penelitian dari University of Exeter, gas metana adalah salah satu unsur dalam gas rumah kaca yang menyebabkan kenaikan temperatur di permukaan Bumi.
Hal itu disebabkan pembalut sekali pakai yang sudah digunakan akan dibuang dan berakhir di TPA. Perlahan tapi pasti, pembalut tersebut akan mengeluarkan gas metana yang berakibat pada pencemaran lingkungan.
Gas tersebut akan menyebabkan dampak pemanasan lebih jauh karena kekuatan metana 25 kali lipat dalam menyebabkan pemanasan global dibandingkan karbon dioksida.
Pembalut juga mengandung pemutih yang digunakan pada bantalannya. Pemutih tersebut dapat pula mencemari tanah dan air.