Rupanya Pembalut Sekali Pakai Berbahaya Bagi Lingkungan
Klikhijau.com - Mungkin semua wanita membutuhkannya. Saya katakan "mungkin" sebab belum pernah melakukan penelitian tentang hal ini: pemakaian pembalut. Namun, hal mengejutkan saya dapatkan pada di...
Klikhijau.com - Mungkin semua wanita membutuhkannya. Saya katakan "mungkin" sebab belum pernah melakukan penelitian tentang hal ini: pemakaian pembalut.
Namun, hal mengejutkan saya dapatkan pada ditulisan Celine Veronica di nationalgeographic.grid.id. Situs tersebut memuat artikel jika pembalut sekali pakai disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kerusakan alam dan lingkungan.
Hal itu disebabkan pembalut sekali pakai yang sudah digunakan akan dibuang dan berakhir di TPA. Perlahan tapi pasti, pembalut tersebut akan mengeluarkan gas metana yang berakibat pada pencemaran lingkungan.
[irp posts="1771" name="Wow, Ternyata Ada Pesan Lingkungan di Balik Logo PBI"]
Menurut artikel tersebut, sebuah penelitian dari University of Exeter, gas metana adalah salah satu unsur dalam gas rumah kaca yang menyebabkan kenaikan temperatur di permukaan Bumi.
Gas tersebut akan menyebabkan dampak pemanasan lebih jauh karena kekuatan metana 25 kali lipat dalam menyebabkan pemanasan global dibandingkan karbon dioksida.
Pembalut sekali pakai adalah kebutuhan wanita tiap bulan. Ketika datang bulan barangkali wanita menggunakan 3-4 pembalut sekali pakai dalam sehari. Kalikanlah itu selama ia datang bulan dan berapa banyak wanita yang datang bulan. Hasilnya tentu akan segunung.