Rumput Teki dan Manfaat Tersembunyi di Balik Kebebalannya

Klikhijau.com – Rumput teki bisa digolongkan ke dalam jenis gulma yang bebal. Sulit dibasmi dan termasuk tanaman liar yang bisa tumbuh dengan cepat. Tanaman bernama ilmiah Cyperus rotundus. Linn me...

Rumput Teki dan Manfaat Tersembunyi di Balik Kebebalannya
Bacakan Artikel

Daun berwarna hijau tua berkilau yang muncul tepat di dekat pangkal tanaman. Ukuran 5 hingga 12 mm dengan panjang kira-kira sampai 50 cm. Daunnya memiliki garis melintang yang menonjol pada bagian tengah daun.

Batang tanaman atau tangkai tegak lurus dengan tinggi mencapai 10 hingga 50 cm, dengan permukaan batang yang halus dan pada ujung batang terdapat percabangan tempat munculnya bunga yang biasanya terdiri dari 3 hingga 9 cabang dengan panjang yang tidak sama. Bunganya berbentuk bulir dan mempunyai 8 hingga 25 bunga. Bunganya berkumpul berbentuk payung, berwarna kuning atau cokelat kuning (Gleason, 2008).


Rumput yang juga dikenal dengan nama Purple nutsedge berkembang biak secara vegetatif menggunakan stolon atau disebut juga dengan geragih.

Gerigi atau stolon adalah perpanjangan dari batang utama yang tumbuh menyamping dan di ruas-ruasnya akan tumbuh bakal tumbuhan baru.

Bentuk stolon berbuku-buku dan beruas-ruas. Pada ruasnya bakal muncul tunas baru yang dapat berubah menjadi individu baru.

Setelah dewasa, rumput teki memanjang, lalu menjauhi induknya. Ia akan membengkok ke atas untuk membentuk tumbuhan baru.

Umumnya stolon sendiri dapat berada sekitar 1 meter di bawah permukaan tanah. Hal inilah yang menyebabkan rumput ini sangat susah untuk diberantas secara total.

Manfaat rumput teki

Meski termasuk gulma yang bandel dan sulit dikendalikan. Namun rumput teki memiliki beragam manfaat.

Tanaman yang  mampu   hidup   pada   tingkat   konsentrasi   limbah hidrokarbon dengan nilai total petroleum hydrocarbon (TPH) maksimal 2 persen (Amprin dan Anisum, (2020) ini telah digunakan sebagai obat tradisional.

Rumput teki yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, sineol, pinen, siperon, rotunol, siperenon, tanin, siperol, serta flavonoid dan secara ilmiah telah dipercaya memiliki aktivitas antimikroba.

Secara empiris tanaman ini digunakan sebagai obat antikanker, antibakteri, antitumor, dan antialergi. (Amprin dan Anisum, (2020).

Bagaimana daya hambat ekstrak umbi rumput teki sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes?

Menurut Siti Nurjanah dkk, (2018) hasil uji daya antibakteri ekstrak umbi rumput teki terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes menunjukkan adanya zona hambat disekitar kertas cakram pada konsentrasi 20 persen, 40 persen, 60 persen, 80 persen, 100 persen, dan kontrol positif.


Ekstrak umbi rumput teki mempunyai daya antibakteri terhadap pertumbuhan S. epidermidis dengan KHM sebesar 15 persen bersifat bakteriostatik, sedangkan P. acnes dengan KBM sebesar 11persen bersifat bakterisid.

Manfaat lain rumput teki adalah  menstabilkan siklus hormonal, obat sakit perut, obat untuk memperlancar kencing, obat cacingan, obat sakit gigi, untuk obat borok, radang kuku, nyeri lambung, kencing batu, luka terpukul, bisul, mual, muntah dan lain-lainnya.

Umbinya mengandung alkaloid, sineol, pinen, siperon, rotunol, siperenon, tanin, siperol, serta flavonoid.

Senyawa- senyawa tersebut pada umumnya berfungsi sebagai antibakteri, antitumor, antikanker, dan antialergi.

Beberapa diantaranya dapat merusak membran sel bakteri dan mengerutkan dinding atau membran sel bakteri. Sehingga dapat menggangu permeabilitas sel bakteri, hingga pertumbuhan bakteri akan terhambat atau mati.

Di Cina, India dan beberapa negara di seluruh dunia rumput teki telah dimanfaatkan lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Oya, sahabat hijau, jenis rumput teki bukan hanya satu, ada tujuh jenis, yakni, teki pendul (C. kyllinga Endl.), jeungan (C. difformis L.), mansiang (Scirpus grossus L.), payung alang (C. compressus L.), adas-adasan (Fimbristylis miliacea (L.) Vahl.), teki ijem (C. cyperoides), dan teki menderong (Cyperus iria L.).

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2