Rumah Koran, Komunitas Literasi Lingkungan di Kaki Gunung Bawakaraeng
Klikhijau.com – Rumah Koran, sebuah komunitas literasi lingkungan di kaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa. Di komunitas ini Anda akan menjumpai perpaduan antara literasi, pertanian dan lingkungan....
Klikhijau.com – Rumah Koran, sebuah komunitas literasi lingkungan di kaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa. Di komunitas ini Anda akan menjumpai perpaduan antara literasi, pertanian dan lingkungan.
Disebut Rumah Koran karena menjadi wadah belajar bagi petani. Rumah Koran berasal dari kandang bebek, satu rumah yang ditempeli koran sehingga diberi nama Rumah Koran.
Tujuan lahirnya Rumah Koran adalah menghadirkan sumber-sumber bacaan, sumber informasi melalui koran.
Rumah Koran berbeda dengan rumah baca pada umumnya, karena selain menyiapkan koleksi buku Bacaan, komunitas ini juga memiliki banyak kegiatan di bidang pertanian organik.
[irp]
Lahan pertanian organik di Komunitas Rumah Koran-Foto/Ist[/caption]
[irp]
Setelah mereka selesai membaca berita dan buku mereka bisa lebih mengetahui konsep-konsep mandiri dan berdaya saing, yakni bisa memasarkan hasil pertanian mereka tanpa di permainan oleh tengkulak
Rumah Koran saat ini fokus kepada tiga poin kemajuan yaitu; pendidikan, lingkungan dan ekonomi.
“Ada tiga aspek yang ingin kami kombinasikan. Pertama Pendidikan Petani, menjaga lingkungan dan ekonomi,” kata Jamaluddin.
Pendidikan tercipta dari kebiasaan berdiskusi dan membaca. Dengan cara ini, masyarakat memiliki perubahan pola pikir sebagai petani.
Kedua Menjaga Lingkungan, melalui Kesadaran dan hasil kajian perbandingan antara pertanian anorganik dan organik diharapkan para petani bisa ikut serta menjaga lingkungan mereka.
[irp]
Selain itu menjaga mata air dengan melakukan penanaman pohon dan menjaga hutan menjadi bagian dari literasi lingkungan. Bersih-bersih sungai juga menjadi kegiatan rutin untuk menjaga sungai agar tidak tercemari dahu.
Ketiga ekonomi, melalui SDM Yang unggul melalui literasi dan pola pikir bahwa petani harus sekolah akan membawa pertanian jauh lebih menarik dan keren. Hingga akhirnya membuat petani bisa mandiri memasarkan hasil pertanian mereka.
Kini, Rumah Koran terus berbenah dan berkembang menjadi lokasi wisata edukasi. “Siapa pun bisa membuat kegiatan di Rumah Koran atau di kampung sayur, seperti pengkaderan kemah literasi, studi lapang dan lainnya,” kata Jamaluddin.
[irp]