Ruang Terbuka Hijau di Makassar Kian Berkurang

Klikhijau.com - Kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi kebutuhan bagi masyarakat kota. Pembukaan kawasan hijau untuk pembangunan kota telah membuat kota kian terasa panas dan begitu rawan dihanta...

Ruang Terbuka Hijau di Makassar Kian Berkurang
Bacakan Artikel

Namun, rasanya pembangunan kota kerap kali berkonfrontasi dengan kelestarian ekologis. Dibalik pembangunan kota yang digadang-gadang bergerak ke arah โ€˜Kota Duniaโ€™, kelestarian lingkungan hidup kian terancam.

Contoh kasus pada 2019 lalu dilakukan penebangan di jalur sabuk hijau Pettarani untuk pembangunan Tol layang. Data dari KPA Sulsel mencatat, sebanyak 922 pohon di tebang di kawasan tersebut. Beberapa kelompok menduga kurangnya tutupan hijau di Pettarani menjadikan jalan utama di Kota Makassar itu rawan banjir. Belum lagi pertanggungjawaban ganti rugi 10x lipat dari jumlah pohon yang ditebang, yang hingga saat ini belum menuiai kejelasan dimana dan kapan proses pergantian dilakukan.

Beberapa kawasan RTH yang selalu dijadikan tujuan rekreasi masyarakat Kota Makassar hanya menyisakan Hutan Kampus Unhas Tamalanrea, Taman Macan, Taman Pakui Sayang, dan beberapa taman lainnya yang jumlahnya hanya beberapa.

Wilayah hijau juga dapat ditemui di pinggiran sungai yang dimaanfaatkan untuk persawahan warga seperti di Batua Raya dan Pulau Lakkang yang sebagian besarnya ditumbuhi sawah dan pohon nipah. Meski persawahan tak bisa dikatakan ruang terbuka hijau karena sifatnya yang ekonomi, masa tumbuhnya yang sementara dan fungsinya untuk pangan.

[irp]

Data dari peta penggunaan lahan kota Makassar yang dirilis Walhi Sulsel menjelaskan, luas kota Makassar sebesar 17.577 Ha. Sedangkan, 11.432 Ha atau 65% diantaranya telah dibanguni pemukiman, bangunan pemerintahan dan kebutuhan bisnis.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: