Rincian Lengkap Target Rehabilitasi Mangrove hingga 2024
Klikhijau.com – Percakapan saya dengan Alimuddin masih terngiang. Alimuddin telah berada di usia senja. Namun, masih kokoh ke laut mencari kerang. Di hari Sabtu, 2 Oktober 2021 lalu. Saya mengunjun...
Klikhijau.com – Percakapan saya dengan Alimuddin masih terngiang. Alimuddin telah berada di usia senja. Namun, masih kokoh ke laut mencari kerang.
Di hari Sabtu, 2 Oktober 2021 lalu. Saya mengunjungi Kawasan Wisata Mangrove Luppung. Destinasi wisata itu berada di Desa Manyampa, Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Di sanalah saya bertemu Alimuddin. Ia merupakan warga Desa Manyampa, di mana Kawasan Wisata Mangrove Luppung berada. Percakapan kami singkat saja di sebuah gasebo yang telah di lokasi hutan mangrove tersebut.
“Jika tidak ada ini bako, mungkin air laut sudah sampai ke rumah penduduk. Apalagi di bulan Januari saat ombak tinggi,” terang Alimuddin.
[irp]
Bako yang dimaksud olehnya adalah bakau atau mangrove. Tanaman pesisir ini memang memiliki peran yang penting sebagai “penjaga pantai”. Manrove bisa mengendalikan abrasi pantai, bahkan mereduksi dampak dari bencana tsunami.
Tanaman ini juga berperan sebagai penguatan green economy. Karenanya, pemerintah terus berubaya merehabilitasi tanaman yang penuh manfaat ini.
Pemerintah telah punya agenda tersendiri untuk merehabilitasi mangrove hingga 2024. Target luasnya tak main-main, 600.000 ha
Bahkan kini masalah mangrove telah memiliki badan tersendiri, namanya Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
BRGM ini dinahkodai Satyawan Pudyatmoko sebagai deputi. Nah, perihal target rehabilitasi mangrove sampai tahun 2024 tak dilakukan sekaligus, tapi bertahap.
Satyawan mengungkapkan bahwa secara garis besar target rehabilitasi mangove itu dapat dirinci sebagai berikut:
-
Tahun 2021
-
Tahun 2022
-
Tahun 2023
-
Tahun 2024