Pupuk Anorganik Selain Mengancam Kesuburan Tanah, Juga Menjadi Pemicu Perubahan Iklim
Klikhijau.com – Ke depannya petani akan berhadapan dengan kegersangan tanah, sebab kesuburan tanah semakin menurun. Penyebabnya bukan karena perubahan cuaca, tapi ketergantungan petani terhadap pupuk...
Klikhijau.com – Ke depannya petani akan berhadapan dengan kegersangan tanah, sebab kesuburan tanah semakin menurun. Penyebabnya bukan karena perubahan cuaca, tapi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik.
Selama ini petani lebih tertarik menggunakan jenis pupuk anorganik daripada pupuk organik, padahal dampaknya kepada lingkungan.
Khususnya kesuburan tanah sangat buruk. Salah satu cara menyembuhkan tanah agar kembali subur adalah petani harus beralih ke pupuk organik.
Penggunaan pupuk anorganik memang tinggi, pada Sensus Pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, petani yang menggunakan pupuk anorganik mencapai 86,41%.
Sementara, penggunaan pupuk berimbang (organik dan anorganik) hanya 13,5% dan organik 0,07%.
[irp posts="2802" name="Karena Sampah, Ribuan Wisatawan Mancanegara Batal ke Lombok"]
Meski sudah diketahui dampak buruknya terhadap kesuburan tanah, penggunaan pupuk anorganik tetap tinggi.
Hal ini disebabkan karena terdapat beberapa kendala dalam pengembangan pupuk organik, baik di tingkat produsen maupun pengguna.
Direktur Pupuk dan Pestisida, Muhrizal Sarwani mengakui hal tersebut. Menurutnya dalam pengembangan pupuk organik, baik di tingkat produsen maupun pengguna terdapat banyak kendala.
Misalnya, mutunya yang masih kurang baik, bahan bakunya juga terbatas, kualitas yang dihasilkan tidak konsisten, banyak mengandung logam berat (terutama yang dari kota).
“Dosis penggunaan pupuk ornagik relative tinggi, sehingga sehingga sulit dalam transportasinya,” katanya.