Pulutan, Obat Alami yang Dapat Mengatur Jarak Kelahiran Manusia

Klikhijau.com – Pulutan memiliki kulit yang kuat. Karenanya, ia selalu jadi solusi untuk mengikat barang bawaan saat pulang dari kebun, semisal kayu bakar atau karung yang berisi hasil panen. Ketik...

Pulutan, Obat Alami yang Dapat Mengatur Jarak Kelahiran Manusia
Bacakan Artikel

Pemanfaatannya sebagai obat tradisional dari tanaman ini berkaitan dengan kandungannya, yakni senyawa metabolit sekunder dan bioaktivitasnya.

Pulutan  sangat potensial  dikembangkan sebagai anti fertilitas alami. Hal itu dikarenakan tanaman ini memiliki efek yang dapat dikendalikan dengan mudah.

Anti fertilitas sendiri mmerupakan senyawa yang menghambat kesuburan, maka jangan heran jika tanaman ini bisa sangat berhubungan dengan sistem reproduksi manusia.

Sebagai penghambat kesuburan, efek antifertilitas yang diakibatkan oleh tanaman dari genus        Urena ini hanya bersifat sementara dan seiring waktu akan hilang dengan sendirinya.

Marina Silalahi, (2020) mengungkapkan bahwa tanaman ini cocok dimanfaatkan untuk mengatur jarak kelahiran pada manusia. Ia juga telah dilaporkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif, khamir dan bakteri Gram negative.


Selain itu, tanaman ini juga mengindikasikan potensi adanya sebagai anti infeksi, termasuk juga sebagai pengawetan makanan.

Hal menarik dari tanaman ini karena  hampir keseluruhan bagiannya dapat dimanfaatkan sebagai obat, mulai dari akar, bunga, daun hingga bijinya.

Meski begitu, tanaman ini memiliki bioaktivitas yang menonjol adalah antimikroba, antifertilitas, analgesik, antidiabetes mellitus, dan hepatoprotektif.

Sementara itu, Ummu Farah Fadillah, dkk, (2019) mengatakan bahwa tanaman ini dipercaya dapat  menyembuhkan  berbagai  macam penyakit,   di antaranya    influenza,    batuk, malaria, reumatik,  radang tonsil, bengkak, bisul, luka  berdarah,  tulang  patah, keputihan  dan  gigitan  ular.

Ekstrak daunnya memiliki  sifat  antioksidan    antibakteri,  antifungi, dan  dapat pula menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Kandungan   ekstrak   daunnya, yaitu flavonoid,  cardiaglikosida, alkaloid,  tannin, saponin, dan terpenoid,   .

Yudi Purnomo1 dan Andri Tilaqza, (2022) membeberkan tanaman ini telah  digunakan sebagai obat secara tradisional untuk pengobatan radang, rematik, dan infeksi.

Wikipedia mencatat jika tanaman  ini yang termasuk pada familia Malvaceae atau kapas-kapasan, yang artinya  berkerabat dengan , bunga sepatu, gandapura, kapas, waru, sidaguri, dan cemplak.

Menurut buku 262 Tanaman Obat dan Khasiatnya karya Drs. H. Arief Hariana, akar atau seluruh tumbuhan pulutan segar atau kering dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit berikut, di antaranya:



  •  Bengkak karena nephritis



Caranya cukup rebus 24 gram akar tanaman ini 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Setelah dingin, minumlah air rebusannya dua kali sehari masing-masing ½ gelas.


  • Disentri, diare, keputihan, gondok, kencing keruh, nyeri perut, demam, dan rematik



Cukup rebus 30 hingga 60 g akar tanaman ini, gunakan air 3 gelas hingga tersisa 1 gelas saja. Setelah dingin, minum air rebusannya dua kali sehari masing-masing ½ gelas.



  • Influenza



Rebus 24 g akar tanaman ini dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, minum air rebusannya sekaligus satu kali sehari.


  • Luka, koreng berdarah, dan bisul



Tumbuk halus bunganya atau daunnya lalu tempelkan  pada bagian tubuh ingin diobati.


  • Peluruh dahak



Cuci bersih 3 g daunnya yang masih segar, lalu tambahkan ¼ g garam. Kunyah hingga rata, setelah itu telan airnya dan buanglah ampasnya. Lakukan sebanyak 3 kali sehari.

Semoga bermanfaat.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2