Pulau Bacan, Rumah bagi Keong Darat

Klikhijau.com -  Kejutan kembali datang dari dunia keanekaragaman hayati Indonesia. Kali ini datang dari Pulau Bacan, salah satu pulau besar di Kepulauan Maluku Utara. Para peneliti menemukan 9 cat...

Pulau Bacan, Rumah  bagi Keong Darat
Bacakan Artikel

Jumlah spesies keong darat paling banyak tercatat pada kawasan karst yang memiliki tutupan hutan, lebih tinggi dibandingkan lahan pertanian.

“Ini menegaskan bahwa hutan karst memiliki peran penting dalam mendukung populasi keong darat,” tambah Ayu.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya survei sistematis dan identifikasi integratif untuk memahami keragaman dan pola biogeografi keong darat di Maluku Utara, khususnya Pulau Bacan.

“Penelitian ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kita tentang keanekaragaman hayati, tetapi juga memberikan gambaran lebih lengkap mengenai distribusi spesies di kawasan Wallacea,”  ungkap Ayu

Sebelumnya, Ayu dan tim peneliti PRBE juga menemukan spesies baru keong darat di Pulau Moti, Maluku Utara yang diberi nama Palaina motiensis.

“Masih banyak keanekaragaman hayati keong darat di Maluku Utara dan Wallacea yang menunggu untuk diungkap,” tutupnya.

Keanekaragaman hayati itu seperti potongan puzzle yang membentuk gambar indah. Kalau kepingan-kepingannya hilang, maka gambar indah itu tidak akan sempurna. Oleh karena itu, penting kita kenali dan jaga keanekaragaman hayati Indonesia beserta habitatnya agar gambar indah ciptaan Yang Kuasa dapat bermakna.

Penelitian tentang biota di pulau Bacan telah merentang lama. Semuanya dimulai sejak eksplorasi Alfred Russel Wallace pada tahun 1858–1859, yang mengumpulkan berbagai spesimen, termasuk keong darat. Koleksi Wallace kemudian dikaji oleh Pfeiffer (1861), yang mendeskripsikan beberapa spesies seperti Helix ignescens dan Helix batchianensis yang kemudian menjadi sinonim Trochomorpha ternatana. Sebanyak 15 kajian yang mencatat keberadaan keong darat di Pulau Bacan telah dilakukan dalam rentang waktu 1861 hingga 1963.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2