Waspada! Karhutla dan Kemarau Berkepanjangan Picu Kasus Ispa

Klikhijau.com - Demi mencegah kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) naik, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menghentikan...

Waspada! Karhutla dan Kemarau Berkepanjangan Picu Kasus Ispa
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Demi mencegah kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) naik, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karthutla).

Ia mengingatkan pencegahan secara maksimal jauh lebih baik dan efektif daripada pemadaman. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko beberapa waktu lalu. Menurut Jokowi, apabila sudah terjadi kebakaran, dampak yang besar akan memengaruhi segala aspek kehidupan baik sosial, kesehatan maupun keamanan.

Dampak sangat besar akibat asap karhutla yang terjadi setiap tahun, Doni tidak ingin kasus ISPA seperti pada tahun 2015 silam terulang. Data BNPB pada Oktober 2015 mencatat, 503 ribu jiwa kena ISPA dan 43 juta jiwa terpapar asap.

[irp posts="8115" name="Hujan Buatan Akan Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang"]

"Energi sebagai bangsa, jangan hanya tersedot untuk urusan kebakaran hutan dan lahan saja," jelas Doni.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono mengatakan saat ini terjadi peningkatan penyakit ISPA di beberapa daerah di Indonesia.

Salah satu faktor yang memengaruhi yakni musim kemarau yang terjadi. Selain karena musim kemarau, peningkatan penyakit ISPA juga dikarenakan peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia.

Capai 3.000 kasus

Sejauh ini kami mengikuti data penyakit ISPA dari beberapa daerah yang dilaporkan ke Kemenkes, secara umum dalam tiga minggu terakhir ada peningkatan kasus di Indonesia secara umum. Peningkatan cukup signifikan, tapi tidak tinggi sekitar 3.000 (tiga ribu) kasus per periode Agustus ini, jelas Anung Sugihantono.

[irp posts="8115" name="Hujan Buatan Akan Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang"]

Menurut Anung, total jumlah kasus tersebut hasil akumulatif dari beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Akan tetapi, ia belum bisa merinci jumlah kasus pada masing-masing daerah.

Namun demikian, Anung mengatakan jumlah total kasus penyakit ISPA, baik saat musim kemarau atau tidak, tak pernah menunjukkan angka yang signifikan. Meski jumlah kasus penderita ISPA mencapai 3.000 (tiga ribu) kasus, Anung mengatakan belum ditemukan adanya kasus kematian akibat hal tersebut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2