Tahun Baru, Kembang Api, dan Dampak Buruknya pada Lingkungan

Klikhijau.com – Perayaan tahun baru rasanya akan kurang lengkap tanpa diwarnai dengan pesta kembang api. Ritus meluncurkan kembang api ke langit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan t...

Tahun Baru, Kembang Api, dan Dampak Buruknya pada Lingkungan
Bacakan Artikel

Studi itu menemukan persentase partikel polutan meningkat tinggi, yakni sebanyak 42 persen. Perayaan kemerdekaan AS selalu diwarnai dengan kembang api sebagai inti dari perayaannya.

Sementara studi yang lakukan di Belanda menemukan perayaan tahun baru bisa menghasilkan konsentrasi partikel PM10 meningkat hingga 8 kali lipat. Itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan hari-hari normal.

Padahal partikel PM 2.5 dan pm 10 memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga dengan muda bisa menyumbat dan mengganggu proses pernapasan manusia.

Pada tahun 2012 lalu saja, WHO mengemukakan bahwa PM berkontribusi dalam 6.7 persen kasus kematian.

Kasus kematian tersebut  sangat berkaitan dengan kardiovaskular, kanker paru-paru, dan chronic obstructive pulmonary disease (COPD).

Selain mengandung bahan berbahaya, kembang api juga dapat memicu terjadinya polusi lingkungan. ledakan kembang api yang memenuhi langit meninggalkan zat berbahaya berupa areseni, logam berat, particulate matters, dan zat-zat lain yang bisa jadi penyebab kanker.

Ledakan kembang api yang indah itu, tak sepenuhnya indah bagi dunia hewan. Karena zat yang dikandungnya bisa membahayakan hewan.

Tidak hanya zatnya, tapi suaranya juga bisa membuat masa istirahat hewan dan manusia terganggu, belum lagi cahaya yang dihasilkan.

Zat pewarna kembang api

Kembang api menggunakan logam berat yang sehingga bisa menghasilkan efek berwarna-warni yang menakjubkan. Logam berat kembang api itu strontium (sr) berwarna merah  dan barium  (baberwarna hijau

Sementara untuk warna biru berasal dari  cuprum (cu) , warna warna orange dari calcium (ca), warna kuning dari natrium (na), mg atau magnesium untuk  warna silver, dan timbal (pb), dan chromium (cr).

Logam-logam tersebut jika terlepas ke lingkungan akan membahayakan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Tidak hanya itu, kandungan pechlorate pada kembang api juga sangat berbahaya, sebab bisa menyebabkan kebakaran

Pechlorate sendiri merupakan zat oksidatif, zat inilah yang membantu proses pembakaran kembang api.

Jika konsentrasi zat ini  naik, maka dapat menyebabkan kontaminasi pada air. Dan hal itu akan membahayakan kesehatan manusia bila  mengonsumsinya.

Karena kembang api menghasilkan polutan udara saat dibakar, maka ia bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.

Jadi, jika ingin merayakan tahun baru, ada baiknya menghindari membakar kembang api demi lingkungan, demi satwa, dan demi kesehatan kita bersama.

Banyak hal yang bisa dilakukan di perayaan tahun baru tanpa membahayakan lingkungan dan kesehatan, main domino misalnya. Jadi, selamat bertahun baru, selamat menjaga lingkungan dan kesehatan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2