Sengkarut Pengelolaan Sampah di Kota Makassar

Klikhijau.com - Bau tak sedap menyambar hidung. Deretan panjang dari truk pengangkut sampah rupanya jadi sumber bau. Malam itu, barisan truk menghiasi jalan masuk tempat pembuangan akhir sampah (TP...

Sengkarut Pengelolaan Sampah di Kota Makassar
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Direktur Yayasan Pabbata-Ummi, Makmur menjabarkan kondisi pengelolaan sampah yang terjadi saat ini di kawasan TPA Tamangapa, Antang.

Menurutnya, terjadi peningkatan secara masif volume sampah setiap hari. "Melihat kapasitas TPA secara infrastruktur tidak lagi mendukung, belum lagi sistem pengelolaannya," urainya.

"Masyarakat harus dilibatkan secara meluas dalam gerakan pengurangan dan penanganan sampah,” ucap Makmur, saat kami mengajaknya untuk berdiskusi sore di kawasan Bukit Baruga, Antang.

Bagi Direktur YAPTA-U menilai kondisi sampah dalam kawasan Mamminasata sudah begitu mengkhawatirkan. Terlebih lagi dengan kondisi TPA Tamangapa, Antang yang belum terkelola dengan baik sampai hari ini.

Dari diskusi ini juga terungkap betapa ketergantungan masyarakat menggunakan plastik.

Hampir setiap aktivitas manusia tidak terlepas dari yang namanya bahan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Di era modern saat ini, plastik memang telah menjadi komponen penting dalam kehidupan. Bahkan perannya ikut menggantikan kayu dan logam. Dengan sifatnya yang lebih fleksibel. Peningkatan penggunaan bahan plastik ini berakibat meningkatnya pula sampah plastik.

Sampah plastik merupakan satu dari banyaknya jenis sampah yang sangat sulit diurai dalam tanah. Melakukan pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah juga bukan solusi yang bijak.

Beberapa pandangan ikut mengemuka dari diskusi yang berlangsung dari sore hingga berlanjut malam. Potret pengelolaan atas penanganan sampah coba ditawarkan antara lain:


  1. Penting untuk memikirkan adanya TPA swasta dalam ikut membantu pemerintah dalam mengurangi tumpukan di TPA.

  2. Menjembatani dunia Perguruan Tinggi dengan masyarakat melalui riset pengelolaan dan penanganan persampahan.

  3. Dengan edukasi berjenjang dan butuh proses panjang untuk menanamkan kesadaran pemilahan sampah dan potensi yang ditimbulkan dari komunitas terkecil.

  4. Pemilahan sampah diharapkan budaya masyarakat yang dimulai tingkat Rumah Tangga.

  5. Sudah saatnya pemerintah membuka diri dengan membangun misi bersama dalam mengatasi pengelolaan sampah.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2