Sampah Elektronik, Ancaman Baru yang Memerlukan Perhatian Serius

Klikhijau.com – Sampah elektronik (e-waste), jadi ancaman baru di masa depan. Hal ini disebabkan oleh tingginya pemakaian barang-barang elektronik seiring tawaran kecanggihan teknologi dan persaingan...

Sampah Elektronik, Ancaman Baru yang Memerlukan Perhatian Serius
Bacakan Artikel

Nah, cara yang lainnya adalah dengan membuat drop-box lokal atau pick-up tahunan di lokasi yang ditentukan. Pengumpulan khusus sampah elektronik misalnya sudah pernah diupayakan di DKI Jakarta sejak dua tahun lalu.

Tetapi studi merekomendasikan bahwa individu dan bisnis tidak hanya mempertimbangkan daur ulang, tetapi perlu lebih fokus pada pengurangan jumlah limbah elektronik yang dihasilkan dengan mengurangi konsumsi barang elektronik.

Maka dari itu, proses daur ulang yang tepat perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya efek buruk dari limbah racun tersebut.

Meskipun E-Waste merupakan sampah yang sulit untuk didaur ulang. Oleh perusahaan pengelola sampah dengan teknologi dan tingkat keamanan yang sesuai, sampah elektronik atau E-Waste akan dipisahkan antara komponen yang masih berguna seperti metal, plastik, kaca, dengan komponen yang mengandung racun.

Komponen yang aman pada sampah elektronik bisa didaur ulang untuk menjadi barang berguna lainnya. Tetapi memperpanjang masa pakai juga akan memperpanjang aliran e-waste dan aliran B3.

Terlepas dari itu semua, harus diakui jika orang Indonesia belum teredukasi mengenai penanganan dan daur ulang sampah elektronik. Tak jarang, sampah jenis ini kita jumpai berserakan di mana-mana.

Skema daur ulang e-waste di Indonesia belum terarah—ini tentu pekerjaan rumah mendesak!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2