Polusi Udara Tingkatkan Risiko Dimensia, Begini Penjelasannya!

Klikhijau.com - Di beberapa kota besar di dunia ini mulai merasakan kesulitan mendapatkan udara yang berkualitas. Sehingga udara yang memiliki kualitas baik bisa dikatakan sebagai barang yang langka b...

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Dimensia, Begini Penjelasannya!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di beberapa kota besar di dunia ini mulai merasakan kesulitan mendapatkan udara yang berkualitas. Sehingga udara yang memiliki kualitas baik bisa dikatakan sebagai barang yang langka bagi masyarakat perkotaan.

Tak jarang masyarakat di kota besar menghabiskan waktu akhir pekan atau liburan di pedesaan atau tempat yang memiliki kualitas udara yang baik.

Ada banyak penyebab rusaknya kualitas udara di kota. Diantaranya ialah meningkatnya jumlah industri dan perusahaan seperti asap pabrik, asap pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Seperti halnya beberapa kota besar di Indonesia.

Banyak dan padatnya jumlah penduduk di kota besar menyebabkan juga meningkatnya dan tumbuhnya pabrik dan pembangkit listrik. Hal ini disebabkan karena kebutuhan manusia juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Selain itu juga disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. Pertumbuhan kendaraan bermotor juga memiliki sumbangsi besar bagi kualitas udara yang beracun.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan jika kendaraan bermotor di Jakarta menyumbang kerusakan udara sebesar 70 persen.

Serangan dimensia

Buruknya kualitas udara suatu wilayah akan membawa bahaya bagi kehidupan manusia dan alam. Dikutip dari The Jakarta Post, Jurnal Kedokteran Britania (British Medical Journal) menunjukan bahwa kebanyakan polusi udara disebabkan oleh kendaraan bermotor. Hal ini bisa meningkatkan sebuah risiko Dimensia.

Demensia (dementia, senility) merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang seringkali disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak.

Penyakit ini juga merupakan penyakit dengan gejala-gejala yang mana mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.

Seringkali, memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik terpengaruh. Tujuh persen dari orang yang berusia 65 tahun terserang penyakit Alzheimer atau lainnya dari bagian penyakit dimensia.

Penyakit Alzheimer adalah penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2