Pohon Mati Bisa Mengeluarkan Metana, Benarkah?

Klikhijau.com – Pohon mati, seharusnya bukan menjadi kabar mengejutkan. Sebab semua yang hidup pada akhirnya akan menemui yang namanya kematian. Yang perlu dikhawatirkan, jika ada pohon mati lalu t...

Pohon Mati Bisa Mengeluarkan Metana, Benarkah?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pohon mati, seharusnya bukan menjadi kabar mengejutkan. Sebab semua yang hidup pada akhirnya akan menemui yang namanya kematian.

Yang perlu dikhawatirkan, jika ada pohon mati lalu tidak ada lagi pohon yang tumbuh menggantikannya. Karena hal itu akan menempatkan dunia dalam kondisi yang “kritis”.

Hal lain yang perlu dikhawatirkan dari adanya pohon mati, karena menurut studi terbaru yang  diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Environmental Science. Para peneliti menemukan bahwa kayu yang mati bisa memicu lahirnya metana.

Metana merupakan hidrokarbon paling sederhana. Ia berbentuk gas. Jika kamu pernah belajar kimia, tentu tidak asing dengan ini; CH4. Rumus tersebut adalah rumus kimia metana.

Metana tidak berbau, namun jika digunakan untuk keperluan  komersial, kadang  ditambahkan sedikit bau belerang. Tujuannya adalah untuk mendeteksi jika terjadi kebocoran.

Gas metana juga disinyalir menjadi salah satu penyebab terjadinya pemanasan global.  Karenanya semua hal yang berpotensi menghasilkan gas tersebut patut diwaspadai, dan  diminimalkan penggunaan segala sesuatu yang berpotensi menghasilkan emisi metana.

Sumbernya dari dua hal

Penghasil gas tersebut bersumber dari dua hal, yakni alami dan hasil aktivitas manusia. Salah satu penghasil emisi metana secara alami adalah kayu mati.

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Environmental Science telah menyelidiki sumber emisi metana di hutan pantai yang mereka sebut dengan hutan hantu yang dihancurkan oleh naiknya permukaan laut.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa komunitas mikroba di tanah di bawah pohon mati (juga disebut "snags") telah memproduksi metana, sedangkan snags bertindak seperti menyaring sedotan saat gas naik melalui kayu.

"Kami menelusuri dari mana asal metana, dan apa yang kami temukan adalah bahwa itu berasal dari tanah, dan saat bergerak melalui pohon, itu juga berubah," kata rekan penulis studi Marcelo Ardón seperti dikutip dari Earth

Ardón merupakan  seorang profesor Kehutanan dan Sumber Daya Lingkungan di North Carolina State University .

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2