Pohon Gamal, Si Jinak yang Andal Jadi Tanaman Pelindung

Klikhijau.com – Pohon gamal, namanya tak bisa dipisahkan dari tiga orang. Ketiganya adalah orang yang memberi warna dalam penamaan pohon ini secara nasional. Mereka adalah R. Soetarjo Martoatmodjo, ma...

Pohon Gamal, Si Jinak yang Andal Jadi Tanaman Pelindung
Bacakan Artikel

Perjalanannya hingga sampai ke Indonesia cukup panjang,  awalnya para penjajah Eropa membawanya ke daerah India dan Srilangka (sailan) dari Amerika Tengah dan Brazil.

Di India dan Srilangka, dijadikan sebagai tanaman pelindung teh, bahkan  di  Srilangka pohon gamal ini  dijadikan  sebagai pagar dan pakan ternak.

Manfaat pohon ini sebagai pelindung atau naungan untuk perkebunan kemudian sampai ke telingan VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie) di Indonesia.

Hingga akhirnya perusahaan perkebuna di Medan mendatangkannya  dari Srilangka, tujuannya akan dimanfaatkan sebagai tanaman pelindung teh.

Pohon ini mulai di tanamn di tanah air sekitar tahun  1900-an. Pada tahun  1958 tanaman dari  genus Gliricidia kemudian  R. Soetarjo Martoatmodjo.

Nah, berkat  Soetarjo yang  gencar memperkenalkan tanaman ini ke seluruh penjuru tanah air, maka gamal ini bisa kita temukan hampir di seluruh Indonesia.

Penyebarannya yang cepat itu, didukung pula oleh cara penanaman yang sangat mudah, yakni cukup potong batang atau tangkainya lalu tancapkan ke tanah.

Cara ini paling banyak dilakukan oleh masyarakat, karena setelah ditancapkan. Tanaman ini akan segera membentuk akar baru kemudian tumbuh.

Langkah lain yang bisa ditempuh adalah melalui bijinya, hanya saja cara ini agak jarang dilakukan oleh masyarakat, menanam dengan batang atau tangkainya akan lebih cepat.

Ciri-ciri pohon gamal

Sama seperti pohon pada umumnya, gamal juga memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Pohon gamal memiliki batang yang kecil hingga sedang. Tumbuh tidak terlalu tinggi, hanya dapat mencapai 10 hingga 12 meter.

Ciri lainnya, sering ditemukan mulai bercabang dari dasar,  diameter basalnya mencapai 50 hingga 70cm. Pohon ini memiliki kulit batang yang halus. Warnanya bervariasi, dari putih abu-abu kemerah tua-coklat.

Pada cabangnya, ada  bercak putih kecil. Daunnya  menyirip ganjil. Pada umumnya  perpasangan sepanjang sekitar 30cm melebar 5 hingga 20 cm.

Helai daunnya berbentuk ovale atau elips dengan panjang daun 2 hingga 7cm. Lebar daunnya 1 hingga 3cm.

Helai daun hingga pelepah dan juga tulang belakang kadang-kadang bergaris-garis merah. Pohon ini memiliki bunga yang indah, berwarna merah muda keunguan dengan sedikit warna putih. Ada titik kuning pucat yang menyebar ke dasar kelopaknya.

Dasar kelopak bunganya bulat, hampir tegak, ukuran sekitar 20mm. Sedangkan panjang kelopak bunganya mencapai 15 hingga 20mm dengan lebar  4-7mm ( Winata, dkk, 2012).

Manfaat tanaman gamal

Dengan pertumbuhan yang mudah dan perawatan yang minim, tanaman ini menjadi primadona bagi banyak petani sebagai pohon pelindung atau naungan yang memiliki beragam manfaat, di antaranya

  • Sebagai pelindung tanaman perkebunan: teh, kakao, kopi.

  • Sebagai tanaman pagar

  • Daunnya digunakan sebagai pakan ternak, karena mengandung protein tinggi.

  • Tanaman penghijauan, karena mudah sekali tumbuh di tanah-tanah tandus.

  • Membasmi alang-alang.

  • Kayunya sebagai kayu bakar.

  • Menyuburkan tanah, dan

  • Dapat mencegah erosi

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2