Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kesehatan Anak?

Klikhijau.com – Risiko yang dibawa perubahan iklim telah banyak dibahas. Semua bahasan tidak ada yang menggembirakan. Justru sebaliknya, menimbulkan kerisauan karena penuh dengan ancaman, termasuk...

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kesehatan Anak?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Risiko yang dibawa perubahan iklim telah banyak dibahas. Semua bahasan tidak ada yang menggembirakan.

Justru sebaliknya, menimbulkan kerisauan karena penuh dengan ancaman, termasuk ancaman dalam hal kesehatan, termasuk kesehatan anak.

Iya, kabar buruk terbaru adalah perubahan iklim secara signifikan meningkatkan risiko kesehatan pada anak-anak.

Penemuan itu dilakukan melalui sebuah penelitian yang dipimpin oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Boston dan Rumah Sakit Anak Boston.

Hasilnya kemudian dipublikasikan dalam  jurnal Environmental Health Perspectives telah menemukan.

Untuk mendapatkan simpulan tersebut, para peneliti meneliti suhu yang lebih tinggi di akhir musim semi dan musim panas. Hal itu kemudian dikaitkan dengan jumlah kunjungan ruang gawat darurat yang lebih besar untuk anak-anak di seluruh Amerika Serikat.

Sementara bahaya kesehatan yang terkait dengan suhu tinggi, seperti serangan panas, kelelahan akibat panas, dan gangguan kardiovaskular dan pernapasan. Didokumentasikan dengan baik pada orang dewasa. Untuk risiko fenomena ini, dampaknya ke anak-anak belum diteliti secara menyeluruh.

“Kita tahu bahwa, karena perubahan iklim, hari-hari dengan panas yang ekstrem akan menjadi lebih sering dan lebih intens,” kata Francesca Dominici.

Dominici adalah seorang ahli biostatistik di Sekolah Kesehatan Masyarakat TH Chan Harvard.  Menurutnya, sejauh mana anak-anak rentan terhadap risiko perubahan iklim, itu harus menjadi prioritas tinggi bagi para ilmuwan untuk dipelajari.

Para ilmuwan menemukan bahwa hampir 12 persen dari kunjungan rumah sakit disebabkan oleh suhu yang meningkat.

Dari 47 RS Anak

Kesimpulan itu didapatkan setelah mereka menganalisis data dari hampir empat juta kunjungan ruang gawat darurat. Para peneliti mengambil data di 47 rumah sakit anak-anak di seluruh Amerika Serikat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2