Perubahan Iklim Telah Melangitkan Harga Pohon Natal

Klikhijau.com – Perayaan natal tahun ini akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya karena pademi Covid-19 belum surut. Namun, juga karena harga pohon natal melambung tinggi. Mera...

Perubahan Iklim Telah Melangitkan Harga Pohon Natal
Bacakan Artikel

“Hawa panas datang pada saat yang paling buruk. Itu terjadi ketika bibit baru itu mencoba untuk berakar di tanah segar dan mengeluarkan tunas baru, dan mereka tidak bisa bersaing dengan hawa panas yang datang memanggang,” kata Norby.

Kelangkaan pohon yang dihasilkan menyebabkan petani menaikkan harga pohon natal tahun ini. Meskipun demikian, petani California optimis untuk kembali ke jalurnya tahun depan.

Sementara untuk petani Oregon, pasokan mungkin terpengaruh untuk dekade berikutnya. Pohon natal membutuhkan waktu lebih dari enam tahun untuk matang hingga mencapai ketinggian panen.

Jika sebuah peternakan hancur, dibutuhkan banyak waktu untuk memperbaiki kerusakannya. Jika pohon terkena terlalu banyak panas dan tidak cukup kelembaban, mereka mungkin menderita sengatan matahari yang menghancurkan pohon tersebut sepenuhnya.

“Ketika Anda kehilangan perkebunan, ada proses besar yang dilakukan untuk menumbuhkan kembali pohon-pohon itu, jadi butuh bertahun-tahun untuk memulihkannya,” kata Seifert.

Perubahan iklim telah mengubah banyak hal, bukan hanya harga pohon natal yang melangit, tetapi juga harga kopi.

Itu disebabkan negara Brasil sebagai penghasil kopi terbesar dunia telah diserang cuaca ekstrem yang dingin—yang menyebabkan para petani gagal panen.

Selain itu, perihal pohon yang terancam punah, laporan yang dikeluarkanBotanic Gardens Conservation International (BGCI) tanggal 1 September 2021 lalu menyebutkan  perubahan iklim hampir memunahkan 30 persen spesies pepohonan.

Jadi, sederhananya perubahan iklim bukan cerita fiktif, tapi benar-benar nyata dan jadi ancaman yang sangat serius.

Sumber: Inhabitat

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2