Peningkatan Suhu Global Ancam Tanaman Pangan Utama di Bumi

Klikhijau.com – Produksi pangan berada masa kritis. Apabila suhu rata-rata global terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Artinya kehidupan manusia bisa saja menjadi kocar kacir. Para ilmu...

Peningkatan Suhu  Global Ancam Tanaman Pangan Utama di Bumi
Bacakan Artikel

"Hal itu akan mengurangi ketahanan pangan dan mempersulit perolehan kalori dan protein yang cukup," katanya.

 Kembali ke pangan lokal

Heikonen juga menambahkan bahwa dampak negatifnya sebagian besar terpusat di wilayah khatulistiwa yang sudah mengalami pemanasan sekitar 1,5 hingga 2 derajat.

"Tentu saja itu tergantung pada wilayahnya, tetapi 25% dari produksi saat ini mungkin sudah berisiko bahkan pada tingkat pemanasan yang lebih rendah, sedangkan di sini di Utara atau di bagian selatan Belahan Bumi Selatan, dampak negatifnya tidak begitu terasa,” urainya.

Lebih jauh Heikonen mengimbau bahwa di Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan, ini merupakan ancaman besar bagi ketahanan pangan, karena di wilayah-wilayah tersebut, populasi terus tumbuh dengan cepat, dan pasokan pangan sudah tidak mencukupi di beberapa tempat tersebut.

Para peneliti menyerukan langkah-langkah mitigasi yang luas untuk menghindari konsekuensi terburuk pada sistem pangan.

“Meskipun perubahan iklim sulit untuk diadaptasi, kita juga perlu mengurangi dampaknya, tetapi ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mendukung produksi saat ini bahkan di wilayah yang paling terdampak,” kata Heikonen.

Untuk mengatasi masalah kelangkaan pangan, maka Heikonen  menyarankan memilih tanaman pangan lokal tradisional yang kurang dimanfaatkan, yang mungkin lebih tahan terhadap iklim, atau mengembangkan varietas tanaman baru, kemudian kita dapat mengembangkan praktik pengelolaan pertanian seperti irigasi dan pemupukan, lalu ada praktik pertanian yang lebih regeneratif.

Temuan peneliti ini, tidak hanya soal krisis pangan di masa mendatang, juga menimbulkan kekhawatiran akan keadilan lingkungan. Karena negara-negara di garis khatulistiwa cenderung lebih miskin daripada negara-negara di garis lintang yang lebih tinggi, negara-negara dan orang-orang yang paling tidak bertanggung jawab terhadap perubahan iklim akan membayar harga tertinggi dengan sumber daya yang lebih sedikit untuk beradaptasi.

Sumber: Ecowatch

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2