MoU GreenFaith Indonesia dan GPIB, Bangun Komitmen Iman Menjaga Bumi

Klikhijau.com – Sebuah tonggak penting bagi gerakan iman dan ekologi di Indonesia lahir di Balikpapan. Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) dan GreenFaith Indonesia resmi menandatangani M...

MoU GreenFaith Indonesia dan GPIB, Bangun Komitmen Iman Menjaga Bumi
Bacakan Artikel

“Krisis iklim adalah krisis spiritual. Ia menantang kita semua—umat beragama, pemerintah, dan masyarakat sipil—untuk keluar dari zona nyaman dan bekerja bersama. MoU ini adalah langkah kecil, tetapi penting, menuju perubahan besar,” katanya.

Kritik Ekologis dari Dua Iman

Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi Germasa dan penandatanganan MoU memiliki pesan kritis: pembangunan Nusantara tak boleh mengulang dosa lama berupa ekosida dan marginalisasi rakyat kecil. Gereja memilih hadir di tengah pusaran itu, bukan untuk menjadi penonton, melainkan pengingat moral bagi bangsa.

Seperti dikatakan Syahrul Ramadhan, Community Officer GreenFaith Indonesia, dalam diskusi di TPA Manggar sehari sebelum MoU ditandatangani:

“Transisi energi dan pengelolaan lingkungan tak bisa sekadar jargon. Ia harus dimulai dari iman, dari hati yang berani mengatakan: bumi bukan milik elite, tetapi rumah bersama.”

Bulan Germasa 2025 kali ini mengusung tema: “Memperteguh Panggilan dan Pengutusan Gereja untuk mewujudkan Kasih Allah bagi semua orang demi keutuhan ciptaan.”

Tema ini mencerminkan arah GPIB yang tak ingin terjebak dalam ritualisme, melainkan keluar menjawab realitas krisis bangsa: polarisasi politik, kemerosotan moral, dan kerusakan ekologi.

Selama empat hari (21–24 Agustus), Germasa menghadirkan dialog lintas iman, pendidikan politik umat, aksi bersih lingkungan, hingga deklarasi bersejarah “Gereja Ramah Demokrasi GPIB”. Semua itu menunjukkan bahwa gereja bisa sekaligus ramah demokrasi, ramah lingkungan, dan ramah kebinekaan.

Bulan Germasa 2025 sekaligus menegaskan satu hal: gereja yang diam adalah gereja yang mati. Di tengah krisis iklim dan krisis moral bangsa, gereja harus berani bersuara, berdiri bersama yang lemah, menolak ketidakadilan, dan memberi teladan hidup sederhana.

Dari Balikpapan, gema itu bergulir. GPIB dan GreenFaith Indonesia mengikat janji iman untuk bumi. Sebuah janji yang bukan hanya ditulis di atas kertas, tetapi ditujukan untuk menggerakkan umat, mengubah cara pandang, dan menyelamatkan generasi mendatang dari kehancuran ekologis.*

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2