Mengoptimalkan Peran Teknologi dalam Upaya Pengembangan Komoditas Aren

Klikhijau.com - Kamis lalu, tepat tanggal 28 Agustus 2025 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) menyelenggarakan Zoominar Penyuluh Kehutanan. Tema yang diangkat pada  terse...

Mengoptimalkan Peran Teknologi dalam Upaya Pengembangan Komoditas Aren
Bacakan Artikel

Sementara itu, Andree Harahap, VP Business Development Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), menyoroti peran aren dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Harahap juga menjelaskan potensi pengembangan bioetanol dari aren sebagai alternatif energi terbarukan yang sejalan dengan target pemerintah mencapai campuran bioetanol 10 persen (E10) pada 2029.

"Aren memiliki produktivitas tinggi dengan potensi menghasilkan 24 kiloliter bioetanol per hektare per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan sumber bioetanol lainnya seperti jagung atau singkong," ungkap Harahap.

Pertamina telah mengimplementasikan bioetanol sebagai campuran bahan bakar melalui produk Pertamax Green 95 yang mengandung 5 persen bioetanol. Program ini telah diperluas ke 116 SPBU di berbagai wilayah dengan kapasitas produksi sekitar 30 ribu kiloliter per tahun.

Pengembangan aren sebagai bahan baku bioetanol dinilai strategis karena tidak bersaing dengan komoditas pangan dan dapat tumbuh di lahan masyarakat lokal. Dengan luasan lahan aren sekitar 1,2 juta hektare, Indonesia berpotensi memproduksi 28,8 juta kiloliter bioetanol per tahun.

Kementerian Kehutanan mencatat saat ini terdapat 10.212 Penyuluh Kehutanan yang terdiri dari 3.300 Penyuluh Kehutanan Aparatur Sipil Negara, 6.029 Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, dan 883 Penyuluh Kehutanan Swasta. Mereka menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat mengoptimalkan potensi aren di tingkat tapak.

Peningkatan kapasitas penyuluh kehutanan dalam pemanfaatan teknologi untuk pengembangan aren merupakan langkah strategis mewujudkan Forestry Human Excellence, yaitu sumber daya manusia kehutanan yang unggul, inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi sehingga pembangunan kehutanan di tingkat tapak dapat berjalan efektif dan efisien.

Zoominar ini merupakan bagian dari upaya BP2SDM  dalam mengembangkan mekanisme sistem penyuluhan dengan sumber daya penyuluh sebagai garda terdepan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan. (*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2