Melihat Upaya BBKSDA NTT dalam Melestarikan Komodo

Klikhijau.com - International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap ancaman kepunahan. Alasan kenapa hewan dari genus Varanus masuk da...

Melihat Upaya BBKSDA NTT dalam Melestarikan Komodo
Bacakan Artikel

Meski terkenal, ditakuti dan juga dilindungi, nyatanya habitat hewan dari Ordo Squamata telah menyusut. Penyebabnya tentu saja  aktivitas manusia.

Sebenarnya untuk mengantisipasi menyusut atau punahnya komodo, pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi.

Habitatnya kini dijadikan taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo. Tujuannya didirikan taman nasional tersebut untuk melindungi hewan dari filum Chordata.

Rencana pelepasliaran

Mengenai rencana pelepasliaran komodo itu, Kepala Balai Besar KSDA NTT Arief Mahmud menyampaikan bahwa upaya konservasi komodo dan habitatnya tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Untuk konservasinya dibutuhkan peran kesabaran anak bangsa yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian satwa kharismatik ini.

“Kita bersyukur bahwa upaya konservasi komodo telah mendapat dukungan yang kuat dari Pemerintah Daerah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan masyarakat adat serta mitra kerja seperti Yayasan Komodo Survival Program dan Taman Safari Indonesia,” katanya saat pembukaan  sosialisasi  persiapan habituasi dan pelepasliaran komodo.

Lebih lanjut, Arief mengungkapkan langkah-langkah upaya pelestarian komodo terus mengalami kemajuan.

Diawali riset DNA dan sebaran populasi, monitoring habitat dan populasi, maka selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah memperkuat potensi masyarakat yang telah memiliki hubungan interaksi adat dengan komodo yang dikenal dengan Mbau atau saudara tua.

Salah satu keberhasilan tersebut terlihat dalam kerja sama Kementerian LHK melalui Direktorat KKHSDG dengan Taman Safari Indonesia yang juga didukung oleh PT Smelting.

Kerja sama ini telah berhasil mengembangbiakan komodo di kandang pemeliharaan. Rencananya sebanyak 6 ekor komodo hasil pengembangbiakan inilah yang akan dilepasliarkan ke Cagar Alam Wae Wuul, Kab. Manggarai Barat.

“Kami berharap semua pihak mendukung upaya konservasi komodo melalui pelepasliaran nantinya. Kami juga mengharapkan peran masing-masing sesuai kapasitas dengan rasa kepedulian yang sama. Agar komodo tetap lestari di bumi tercinta Flores sebagai rumah satu satunya satwa endemik ini di dunia,” pungkas Arief.

Semoga dengan adanya upaya pengembangbiakan dan pelepasliaran tersebut, komodo bisa keluar dari daftar rentan punah dari tangan IUCN. ***

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2