Limbah Radioaktif: Ancaman, Tantangan, dan Upaya Pengelolaannya

Klikhijau.com - Limbah radioaktif telah lama dikenal sebagai salah satu jenis limbah paling berbahaya yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan manusia. Mulai dari pembangkit listrik tenaga nuklir hingga...

Limbah Radioaktif: Ancaman, Tantangan, dan Upaya Pengelolaannya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Limbah radioaktif telah lama dikenal sebagai salah satu jenis limbah paling berbahaya yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan manusia. Mulai dari pembangkit listrik tenaga nuklir hingga penelitian ilmiah dan produksi senjata nuklir, semua aktivitas ini menghasilkan limbah yang harus ditangani dengan sangat hati-hati. Radiasi yang dipancarkan oleh limbah ini dapat membahayakan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.

Mengenal Kategori Limbah Radioaktif

Limbah radioaktif, yang mengandung bahan radioaktif yang tidak lagi digunakan, diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama berdasarkan tingkat radiasinya:

1. Limbah Radioaktif Tingkat Rendah (Low-Level Waste/LLW): Mengandung sedikit bahan radioaktif, biasanya berasal dari rumah sakit, laboratorium, dan industri. Contohnya termasuk pakaian pelindung, peralatan medis, dan bahan lain yang terpapar radiasi.

2. Limbah Radioaktif Tingkat Menengah (Intermediate-Level Waste/ILW): Memiliki kandungan radioaktif yang lebih tinggi dan sering memerlukan penanganan khusus. Limbah ini biasanya berasal dari pembangkit listrik tenaga nuklir, seperti tangki bekas atau filter yang terkontaminasi.

3. Limbah Radioaktif Tingkat Tinggi (High-Level Waste/HLW): Limbah paling berbahaya dengan tingkat radiasi sangat tinggi, umumnya berasal dari bahan bakar nuklir bekas yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Limbah ini harus disimpan dengan aman dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan hingga ribuan tahun.

[irp]

Pengelolaan Limbah Radioaktif: Sebuah Tanggung Jawab Besar

Pengelolaan limbah radioaktif memerlukan perhatian khusus yang membedakannya dari limbah lainnya. Menyadari pentingnya hal ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan teknologi baru untuk pengelolaan limbah radioaktif yang lebih aman.

“Dalam perkembangan industri di dunia, termasuk di Indonesia, jumlah limbah radioaktif dari bidang kesehatan dan industri terus meningkat. Ini menjadi perhatian besar bagi BRIN,” ujar Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Iman Hidayat, dalam acara Temu Pelanggan Limbah Radioaktif pada 8 Agustus 2024 lalu, bagian dari Indonesia Research and Innovation Expo (InaRI Expo) 2024.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2