Lima Negara Asia Jadi Ancaman Bagi Target Perjanjian Iklim Paris

Klikhijau.com – Tercatat ada lima negara Asia yang bertanggung jawab atas 80 persen pembangkit listrik batu bara baru. Pembangkit listrik itu direncanakan akan dibangun di seluruh dunia. Bukannya k...

Lima Negara Asia Jadi Ancaman Bagi Target Perjanjian Iklim Paris
Bacakan Artikel

Namun, Carbon Tracker mengatakan sekitar 27 persen pembangkit yang ada jauh dari harapan secara keuntungan. Karena  tidak menguntungkan secara ekonomi. Sementara 30 persen lainnya berada di titik  pulang pokok atau break even.

Tidak berhenti di situ saja, Carbon Tracker juga menyebutkan jika  pembangkit listrik batu bara senilai $220 miliar yang ada saat ini. Sangat besar kemungkinannya akan terbengkalai jika target Perjanjian Iklim Paris benar-benar tercapai.

Apalagi “serangan” energi baru terbarukan akan jauh lebih murah pada tahun 2024 mendatang. Hal ini bisa menjadi ancaman yang bagus bagi pembangkit listrik batu bara.

Indonesia urutan kedua

Carbon Tracker menyebutkan jika pada tahun 2026 biaya untuk mengoperasikan hampir 100 persen  pembangkit listrik batu bara dunia akan lebih mahal. Apabila dibandingkan dengan membangun atau mengoperasikan pembangkit listrik menggunakan energi terbarukan.

Untuk saat ini, di antara  lima negara Asia, Cina berada pada klasemen pertama  sebagai negara dengan rencana pembangunan pembangkit listrik batu bara terbanyak.

Meskipun Presiden Cina, Xi Jinping telah berjanji, bahwa negaranya  akan netral karbon pada tahun 2030. Namun, faktanya justru berencana membangun 368 pembangkit listrik batu bara. Tidak tanggung-tanggung total kapasitasnya mencapai 187 gigawatt.

Dan negara kedua adalah Indonesia dengan jumlah proyek pembangkit listrik batu bara sebanyak 107.  Sedangkan untuk negara dengan konsumsi batu bara nomor dua terbesar di dunia, yakni India  merencanakan  92 proyek pembangkit listrik batu bara. Total kapasitasnya mencapai 60 Gigawatt. Lalu adaada Vietnam dengan 41 proyek dan Jepang sebanyak 14 proyek pembangkit listrik batu bara.

Hillenbrand Von Der Neyen dari  Carbon Tracker menyarankan dan  menyerukan kepada  pemerintah di lima negara Asia tersebut agar menggunakan anggarannya untuk meletakkan fondasi bagi sistem energi berkelanjutan.

"Batu bara tidak lagi masuk akal, baik secara finansial maupun lingkungan,” tegasnya.

Lalu apa? Semoga saja pemerintah di lima negara Asia yang ngotot merencanakan pembangunan listrik batu bara bisa mendengarkan saran dari Hillenbrand Von Der Neyen.

Sumber: DW

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2