Lima Fakta Mengapa IRT di Makassar Acuh Pilah Sampah dari Rumah

Klikhijau.com - Indonesia terbilang negara penghasil sampah terbesar di dunia. Tercatat dalam kurun waktu satu tahun Indonesia bisa menghasilkan timbunan sampah sampai 200 ribu ton atau setara dengan...

Lima Fakta Mengapa IRT di Makassar Acuh Pilah Sampah dari Rumah
Bacakan Artikel
Yusrawati

Mahasiswa Magang Klikhijau dari Prodi Sosiologi UNM

Klikhijau.com - Indonesia terbilang negara penghasil sampah terbesar di dunia. Tercatat dalam kurun waktu satu tahun Indonesia bisa menghasilkan timbunan sampah sampai 200 ribu ton atau setara dengan 73 juta ton.

Di kota Makassar khususnya pun tak lepas dari masalah sampah. Bayangkan saja, TPA Tamangapa Antang disesaki sampah setiap harinya antara 800 -1000 ton. Gunungan sampah di TPA Antang bahkan sudah setinggi 40 – 50 meter.

Penyumbang terbanyak timbulan sampah tersebut adalah rumah tangga yakni lebih dari 50 persen. Hal tersebut terjadi karena sampah rumah tangga berbanding lurus dengan jumlah penduduk.

Sampah rumah tangga tentunya bisa menjadi problem tersendiri bagi penanganan sampah. Sebab, sampah organik yang tercampur dengan sampah anorganik akan mempersulit pemilahan saat tiba di TPA lantaran sudah berbau busuk. Bila sampah tidak terpilah, tentu akan menyulitkan pemilahan di TPA oleh pemulung yang mengais rezeki di tumpukan sampah.

Selain itu, dampak lain seperti penyakit, menimbulkan bau yang tidak sedap, menganggu estetika lingkungan sampai menjadi sarana perkembangbiakan hewan pengerat seperti tikus akan bermunculan.

Kondisi lingkungan yang saat ini semakin genting membuat sebagian masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Seiring dengan kesadaran tersebut perlahan mulai memunculkan gerakan memilah sampah.

Alasan mengapa IRT acuh memilah sampah

Lalu, mengapa Ibu Rumah Tangga (IRT) acuh dalam memilah sampah dari rumah?

Tidak bisa dipungkiri bahwa gerakan memilah sampah adalah kunci dari penanganan sampah, demi membantu mengurangi beban TPA. Maka dalam hal ini ibu rumah tangga sebagai aktor utama yang berperan di dapur patutnya mulai mengolah sampahnya.

Namun sayangnya walaupun gerakan memilah sampah  mulai bermunculan kuantitasnya masih terbilang minim.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2