Hujan Buatan Akan Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang

Klikhijau.com - Puncak musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga September. Menghadapi hal ini, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditingkatkan, di antaranya dengan...

Hujan Buatan Akan Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Puncak musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga September. Menghadapi hal ini, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditingkatkan, di antaranya dengan opsi hujan buatan.

"Saat ini, kondisi awan sudah lebih dari 70%, sehingga hujan buatan memungkinkan untuk dilakukan," ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto saat memimpin peninjauan kondisi terkini penanganan karhutla di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat, 23 Agustus 2019.

Lebih lanjut Wiranto menyampaikan, ketersediaan sumber daya manusia, sumber air, sarana dan prasarana di Kalbar sudah cukup, namun masih perlu ditingkatkan.

[irp posts="6483" name="Antisipasi Karhutla di Puncak Kemarau, Tim Patroli Terpadu Semakin Digiatkan"]

"Saya diminta untuk memberikan arahan. Saya kira arahan tidak perlu, karena yang diarahkan lebih tahu kondisi di lapangan, dan sudah menjalankannya dengan baik. Maka arahan saya singkat saja, kita terus tingkatkan doa dan usaha, termasuk dengan melakukan berbagai terobosan dalam penanganan karhutla ini," ujarnya.

Dalam laporannya, Komandan Satuan Tugas Pengendalian Karhutla (Dansatgas Dalkarhutla) Provinsi Kalbar, yang diwakili oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 121/ABW selaku Wakil Dansatgas Dalkarhutla Provinsi Kalbar, Kol. Inf. Achmad Solihin, menyampaikan tahun ini terjadi penurunan hotspot (titik panas) di Provinsi Kalbar.

Perketat Penanggulangan Karhutla

"Kondisi hotspot di Kalbar selama 1 Januari-20 Agustus 2019 sejumlah 6.724. Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018, yaitu 9.991. Kami mencatat rata-rata hotspot tiap harinya muncul 28 titik, " jelasnya.

[irp posts="7057" name="Kenapa Saat Kemarau Dingin Saat Malam, Panas Saat Siang? Ini Jawabannya!"]

Achmad juga melaporkan, berkat kerja keras Satgas Dalkarhutla, operasionalisasi sejumlah bandara di Provinsi Kalbar masih berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan terima kasih, karena dengan adanya peninjauan ini, memberikan semangat khususnya bagi segenap jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar dalam pengendalian karhutla di Provinsi Kalbar.

"Kebakaran hutan dan lahan ini harus kita akhiri agar tidak berulang setiap tahunnya. Kami telah dan akan terus melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur yang memperketat penanggulangan karhutla yang terjadi pada lahan konsesi," tuturnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2