Hari LSM Sedunia 2026, Kehati: Peran LSM Kian Penting di Tengah Krisis Ekologis

Klikhijau.com — Peringatan Hari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sedunia menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran krusial organisasi masyarakat sipil dalam menjaga keseimbangan relasi a...

Hari LSM Sedunia 2026, Kehati: Peran LSM Kian Penting di Tengah Krisis Ekologis
Bacakan Artikel

“Kriminalisasi terhadap pembela lingkungan hidup tidak hanya mengancam kebebasan sipil, tetapi juga berpotensi melemahkan upaya kolektif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan mencegah korupsi sumber daya alam,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi ini memerlukan respons kebijakan yang sistematis, termasuk penguatan jaminan perlindungan hukum bagi pembela lingkungan hidup, pengakuan terhadap partisipasi publik dalam pengambilan keputusan lingkungan, serta penerapan mekanisme anti-SLAPP dalam sistem hukum nasional guna mencegah penggunaan instrumen hukum untuk membungkam kritik dan advokasi masyarakat sipil.

“Pemerintah perlu memastikan tersedianya ruang sipil yang aman dan inklusif bagi kerja-kerja advokasi lingkungan hidup melalui reformasi regulasi yang menjamin kebebasan berserikat dan berekspresi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola sumber daya alam,” imbuh dia.

Di sisi lain, sektor filantropi, dunia usaha, dan investasi hijau, juga perlu terus didorong untuk memperluas dukungan pendanaan berkelanjutan yang fleksibel bagi organisasi masyarakat sipil agar mampu menjalankan fungsi kontrol publik secara efektif dan berkelanjutan.

“Tanpa langkah-langkah konkret tersebut, upaya untuk menjembatani kepentingan masyarakat dengan kebijakan negara akan semakin timpang, dan risiko kerusakan lingkungan serta ketidakadilan sosial akan terus meningkat,” tandasnya.

Tentang KEHATI

Dibentuk pada 12 Januari 1994, Yayasan KEHATI bertujuan untuk menghimpun dan mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan. Beberapa tokoh dibalik terbentuknya Yayasan KEHATI antara lain, Emil Salim, Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim.

Selama lebih dari dua dekade, Yayasan KEHATI telah bekerja sama dengan lembaga lokal yang tersebar dari Aceh hingga Papua

Terdapat 6 pilar pendekatan program yang dikelola oleh KEHATI yaitu ekosistem kehutanan, pertanian, kelautan, perubahan iklim dan sirkular ekonomi, ekonomi berkelanjutan, dan Biodiversity Warriors. Selain itu, Yayasan KEHATI juga mengelola program khusus antara lain Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera dan Kalimantan, Blue Abadi Fund (BAF), Ananta Fund, dan Program Solutions for Integrated Land-and Seascape Management in Indonesia (SOLUSI).

Yayasan KEHATI merupakan pionir investasi ESG di pasar modal Indonesia. Bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, KEHATI mengembangkan indeks saham berbasis ESG, yaitu: Indeks saham SRI-KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI. Yayasan KEHATI juga aktif mempromosikan impact investment, memfasilitasi impact enterpreneurs, serta berinvestasi dan menggalang investor untuk mendukung usaha rintisan berdampak lingkungan dan sosial.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2