Ekspansi Kelapa Sawit dan Ancaman yang Dibawanya Terhadap Lingkungan

Klikhijau.com – Ekspansi kelapa sawit semakin meluas. Bahkan isu yang beredar akan menyasar kabupaten yang berjuluk Butta Panrita Lopi, Bulukumba. Isu tersebut mulai menyebar setelah pernyataan Bup...

Ekspansi Kelapa Sawit dan Ancaman yang Dibawanya Terhadap Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Karena itu, tanaman yang kurang ideal ditanam dalam skala besar. Penyerapan airnya yang tinggi bisa menanduskan lingkungan sekitarnya. Tentu hal itu bisa mendatangkan “marabahaya” berupa kekeringan dan merampas kesuburan tanah.

Selain itu, ekspansi tumbuhan industri ini membawa ancaman lain pula, yakni ancaman nyata terhadap hutan. Sebab sangat besar kemungkinanya perkebunan kelapa sawit menggerus hutan yang ada dan terjaga dengan baik. Jika itu terjadi, peningkatan emisi karbon dan perubahan iklim semakin mengancam karena sulit terkendali.

Tidak hanya ancaman kekurang air, perkebunan kelapa sawit juga berpotensi mencemari lingkungan melalui limbah pengolalaannya. Pencemaran ini bisa melahirkan masalah baru bagi kesehatan manusia. Kehadiran perkebunan pohon penghasil minyak ini juga akan membawa ancaman terhadap satwa.

Apriyanto Pratama (2019) dalam skripsinya mengungkapkan jika  pembukaan lahan kelapa sawit dilakukan dengan metode tebang habis (land clearing) dapat menyebabkan rusaknya ekosistem hutan, tanah longsor, dan banjir.

Perlu solusi cerdas

Namun, harus diakui pula tanaman yang termasuk dalam genusordo Arecaceae dan Elaeis ini memberikan manfaat secara ekonomi. Karenanya perlu solusi cerdas membatasi ekspansinya dan mengurangi eksternalitas negatif dari industri pengolahan CPO.

Salah satunya menurut Sahide dalam Rany Utam, dkk, (2017) diperlukan adanya kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam kebijakan pengelolaan perkebunan yang dapat memberikan dampak ekonomi, namun memperhatikan lingkungan, di antaranya dengan sertifikasi ISPO/RSPO.

Hal lain yang perlu dilakukan, harus ada  transparansi mengenai dampak lingkungan. Perlu juga  meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemantauan pelaksanaan sertifikasi minyak kelapa sawit, baik dalam proses pembuatan kebijakan maupun aplikasinya di lapangan. Pengelolaan dengan cara ini diharapkan dapat memaksimalkan manfaat ekonomi, namun meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Jika hal itu tidak dilaksanakan, maka ekspansi kelapa sawit hanya akan berdampak secara  ekonomi, tapi tidak dari segi kelestarian lingkungan hidup. Lagi pula apa gunanya meningkat secara ekonomi sementara lingkungan yang kita huni rusak dan membawa ancaman.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2