Ecobrick, Solusi Atau Halusinasi Menghilangkan Sampah?

Klikhijau.com - Ecobrick pertama kali diperkenalkan oleh Russel Maier, seniman asal Kanada setelah dia menyelesaikan mengenai proyek ecobrick-nya di Indonesia. Ide itu didapat ketika Maier mencari car...

Ecobrick, Solusi Atau Halusinasi Menghilangkan Sampah?
Bacakan Artikel

Plastik bekas pakai dan sampah plastik tentu berbeda. Plastik bekas pakai bisa dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah merupakan hasil akhir yang tak bisa dimanfaatkan dan tak bisa didaur ulang. Dia juga memberi edukasi untuk tidak menggunakan diksi "sampah" yang berdampak pada perilaku masyarakat dalam memperlakukan plastik yang telah dipakai.

Bagi Maier, melakukan daur ulang terhadap plastik bekas pakai memang bukan solusi terhadap masalah-masalah plastik. Sebab, daur ulang plastik pada akhirnya mengirimkan plastik pada proses satu arah ke biosfer pula.

Di sisi lain memang ecobrick ini bisa menjadi cara instan dalam memanfaatkan sampah. Namun, sebenarnya tidak mengurangi sampah, hanya sekadar menunda sampah. Plastik bekas pakai tersebut tidak hilang atau kurang, hanya berubah bentuk.

Ecobrick dalam terma yang berbeda sebenarnya fungsinya sama dengan pot tanaman hias yang terbuat dari plastik, lampu hias plastik, wadah serbaguna dari plastik, hingga tas sampah portable. Untuk benar-benar mengurangi plastik memang dibutuhkan waktu yang lama dan proses yang tak mudah.

Teknologi terbaru pun belum ada yang benar-benar bisa dikatakan berhasil menjawab masalah ini. Masih dibutuhkan terobosan-terobosan. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik seminimal mungkin dalam kehidupan sehari-hari.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2