Cerita Guru SMP di Bulukumba, Kenalkan Tanaman Berkhasiat yang Mulai Langka

Klikhijau.com - Setelah melakukan kegiatan aksi Balantieng bersama Komunitas Si paling SMPN 10 Bulukumba(14/9/2024). Peneliti yayasan Ecoton kemudian mengunjungi pantai Bira yang merupakan kawasan wis...

Cerita Guru SMP di Bulukumba, Kenalkan Tanaman Berkhasiat yang Mulai Langka
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Setelah melakukan kegiatan aksi Balantieng bersama Komunitas Si paling SMPN 10 Bulukumba(14/9/2024). Peneliti yayasan Ecoton kemudian mengunjungi pantai Bira yang merupakan kawasan wisata andalan Kabupaten Bulukumba.

Amiruddin Muttaqin, peneliti senior Ecoton yang ikut ke Bira menyampaikan jika di Bira bertemu Arzak Rizal (53) Guru IPS  yang juga seorang seniman teater.

Arzak atau biasa di panggil Pak Ical sebelumnya mengajar di SMPN 1 Bulukumba yang berada di kota, kemudian saat ini di pindah tugaskan ke SMPN Satap 13 yang lokasinya berada di Desa kahaya, bagian hulu sungai Balantieng.

Perjalanan dari rumah Pak Ical untuk menuju sekolah di kahaya setidaknya memakan waktu sekitar satu jam untuk sampai sekolah, hal tersebut di lakoninya setahun terakhir sejak beliau bertugas di kahaya.

Namun justru di Kahaya Amiruddin kemudian bertemu dan kenal Pak Ical karena sama sama terlibat mendampingi kegiatan penelitian kualitas air bersama komunitas Laskar Balantieng SMPN satap 13 Bulukumba yang dilakukan di hulu Sungai Balantieng.

Dalam pertemuan pertama, Pak Ical cukup tertarik dengan metode maupun alat uji kualitas air yang kami gunakan untuk menguji kualitas air di mata air danau lurayya. Total dissolved solid (tds) atau kandungan ion yang terlarut dalam air sekitar 52 mg/lt yang masih jauh dari batas baku mutu.

Hal tersebut yang membuat ketertarikan Pak Ical untuk berdiskusi dengan Tim Ecoton terkait batas aman air konsumsi dan ancaman alih fungsi lahan yang bisa berdampak terhadap kualitas air.

Dari diskusi dan banyaknya cerita yang di sampaikan Pak Ical tentang Desa Bira dan lahan yang di kelola keluarga, Tim Ecoton tertarik dengan cerita keahlian nenek Pak Ical (ute muna dan ote' nimo) dalam memanfaatkan tanaman berkhasiat obat di Bira. Nenek Pak Ical merupakan seorang ahli dalam meramu obat tradisional di Bira dengan bahan baku tanaman liar.

“Bukan hanya keluarga saja yang memanfaatkan tanaman sebagai obat tradisional, tetangga kami dulu juga banyak meminta nenek kami untuk mengobati jika ada yang sakit,” jelas Pak Ical.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2