Bongo’, Meski Dibenci Tetap Memberi Banyak Manfaat

Klikhijau.com - Berada di lahan buncis yang sedang berbunga. Tak hanya menghadirkan sensasi hijau yang segar. Namun, juga kita akan berinteraksi dengan banyak serangga penyerbuk. Serangga-serangga...

Bongo’, Meski Dibenci Tetap Memberi Banyak Manfaat
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Sarangnya itu akan ditutup menggunakan botol atau bungkus krupuk. Lalu kayu tempatnya bersarang diketuk-ketuk.

Ketukan yang menghantam kayu tempatnya bersarang akan membuat bongo’ keluar untuk melarikan diri. Saat keluar ia akan terperangkap ke dalam botol bungkus plastik yang digunakan sebagai jebakan.

Saat tertangkap, harus ekstra hati-hati. Tak bisa langsung dipegang. Karena bongo memiliki senjata rahasia yang terletak pada bagian pantatnya.

Senjata rahasia itulah yang digunakan untuk menyengat. Karena itu, senjata tersebut harus disingkirkan terlebih dahulu.

Cara menyingkirkannya cukup mudah. Cukup tekan saja bagian pantatnya. Senjata itu akan keluar. Ukurannya kecil berwarna hitam. Saat keluar gunakan kuku untuk menekannya sambil menariknya.

Karena itu, untuk mengeluarkannya. Sebaiknya bongo’ dirapatkan ke lantai atau apa pun itu. Jangan khawatir, saat senjatanya keluar. Bongo tak akan mati, hanya tak bisa lagi menyengat.

Saat senjata penyengatnya telah disingkirkan. Selanjutnya bagian lehernya akan diikat dengan benang. Lalu bongo dibiarkan terbang, talinya dipegang. Itu seperti bermain layang-layang. Hanya medianya yang berbeda.

 Penyerbuk yang sangat bermanfaat

Bongo’, tak hanya memiliki ukuran yang besar. Dengungannya juga besar. Karena itu kehadirannya seolah membawa ancaman. Namun, bongo’ hanya akan menyengat saat dipegang.

Di balik ancaman dan kerusakan yang dibawa pada kayu kering. Bongo memiliki manfaat yang besar, khususnya pada tanaman  berbunga, semisal buncis.

Ia adalah penyerbuk yang sangat lembut dan penting di lingkungan. Meski menjadikan kayu sebagai sarang, bongo’ tak memakannya. Ia akan sibuk mencari makan pada tanaman berbunga, memakan nektar, dan betina mengumpulkan serbuk sari untuk keturunannya.

Ketika mereka memiliki cukup serbuk sari di dalam sebuah ruangan, betina bertelur di atasnya, dan kemudian menutup ruangan tersebut dengan serpihan kayu.

Steker serbuk sari lainnya kemudian ditambahkan ke beberapa ruang per terowongan. Perkembangan dari telur, larva hingga dewasa mungkin memakan waktu sekitar tiga bulan. Lebah tukang kayu menahan musim dingin saat dewasa, sering kali di terowongan tua. Hanya ada satu generasi dalam setahun.

Bongo’ tak jauh beda dengan lebah madu. Mereka merupakan penyerbuk penting dalam komunitas tumbuhan asli, kebun, dan beberapa tanaman.

Saat mereka mengunjungi bunga dan memakan nektar, mereka mengambil dan memindahkan serbuk sari.

Perlu diketahui, kita bergantung pada penyerbukan serangga untuk sepertiga makanan kita, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran, kacang-kacangan (almond) dan tanaman berbiji.

Dikutip dari ucanr.edu, serangga penyerbuk seperti lebah madu menyumbang nilai sekitar $29 miliar bagi industri pertanian kita dan sekitar 15 persen dari nilai ini berasal dari lebah asli seperti lebah tukang kayu. Serangga penyerbuk juga penting dalam penyerbukan tanaman liar, sehingga menjadi sumber makanan bagi burung dan satwa liar lainnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2