Black Footed Cat, Kucing Liar Pemangsa dari Benua Afrika

Klikhijau.com - Kucing selalu menjadi pilihan utama hewan peliharaan masyarakat Indonesia. Bentuk tubuhnya yang imut dan tingkah lakunya yang menggemaskan menjadikan kucing populer bagi penyuka hewan....

Black Footed Cat, Kucing Liar Pemangsa dari Benua Afrika
Bacakan Artikel

Memiliki gaya berburu yang khas

Tak jarang juga ditemukan, felis menerkam hewan yang lebih besar dari ukuran tubuhnya. Gaya berburu felis dilakukan dengan menyelinap di balik semak-semak atau sarang rayap, kemudian lari mengejar atau melompat menerkam mangsanya dari tempat persembuyiannya.

Kucing kaki hitam termasuk dalam hewan nokturnal yang aktif berburu di malam hari. Siang harinya ia lalui dengan beristirahat. Ketika malam tiba, kucing ini melakukan perjalanan jauh mengelilingi padang seluas 5 hingga 16 km (3,1 dan 9,9 mil).

Selama berburu sepanjang malam suntuk, felis mampu memangsa 14 hewan kecil dan menyimpan makanan dengan bobot 20% dari ukuran tubuhnya. Felis juga mampu menerkam burung yang sedang terbang rendah, dengan kemampuan melompat setinggi 1,4 m (4 kaki 7 inci)

Kucing berkaki hitam menghabiskan waktunya dengan menyendiri. Felis hanya bersama kelompoknya ketika musim kawin tiba. Itupun hanya beberapa waktu sampai setelah betinyanya melahirkan anak.

Seekor betina biasanya mampu melahirkan sebanyak dua anak kucing selama musim panas. Kemudian dibiarkan hidup mandiri pada usia 4 bulan.

Namun, populasi kucing kaki hitam diperkirakan terus mengalami penurunan. Karena itu, ia masuk dalam daftar merah IUCN dengan status terancam punah. Jumlahnya kian menurun akibat perburuan spesies mangsa untuk konsumsi manusia sebagai daging hewan liar, penganiayaan, kecelakaan lalu lintas, dan pemangsaan oleh anjing dan kucing domestic.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2