Berperan Jadi Pemulung dalam Film Pendek, Seniman Ini Menuai Banyak Pujian

Klikhijau.com - Sebuah film pendek berjudul “Yang Sebenarnya”, belakangan banyak di perbincangkan di Makassar. Film yang dirilis pada Juni 2019 ini sukses membuat banyak orang melelehkan air mata. Tid...

Berperan Jadi Pemulung dalam Film Pendek, Seniman Ini Menuai Banyak Pujian
Bacakan Artikel

Puncaknya, saat suatu waktu Syamsir dan teman-temannya mendengar kabar sebuah pekerjaan di pelabuhan dengan upah lumayan, 75 ibu rupiah. Keesokan harinya, dengan sepeda bersama temannya, ia pun ke pelabuhan.

Lagi, Syamsir terperanjat, sebab di sana ia menemukan bapaknya sedang memikul beban. Bapaknya jadi buruh di pelabuhan.

Malam harinya, bapaknya terlambat pulang karena sehabis jadi buruh, ia lanjut memulung sampah. Hingga akhirnya, sang bapak sakit karena kelelahan. Bapaknya berpesan pada anaknya agar ia harus belajar dan tidak perlu bekerja agar kelak bisa jadi insinyur.

Kekuatan Impian

Sebagaimana impian, ia selalu punya energi besar untuk jadi kenyataan karena doa orang tua. Saat dewasa, Syamsir berhasil jadi insinyur. Ia bahagia karena berhasil wisudah, jadi sarjana, jadi insinyur. Tetapi, hatinya dirundung sedih mengenang perjuangan bapaknya yang membesarkannya.

Dengan pakaian wisudah dan toga di kepala, Syamsir berlari memanggil bapaknya. Lalu, di pemakaman bapaknya, ia menaruh toga-nya di atas nisan bapaknya dan berkata: “Bapaklah insinyur yang sebenarnya!”

“yang Sebenarnya” adalah sebuah potret kehidupan kaum marjinal yang memperjuangkan martabat kehidupannya dengan cara bekerja keras. Bekerja dalam terminologi wong cilik yakni dengan tenaga dan keringat, tetapi dengan upah yang rendah.

Dari kisah yang sederhana itu, film ini menginspirasi banyak orang untuk tidak takut bermimpi setinggi langit. Seorang anak pemulung, anak buruh dan petani juga bisa jadi sesuatu. Bila belajar keras, bekerja keras.

Akting yang baik

Terlepas dari kisah inspiratif dalam film pendek ini, aktor utama yang berperan sebagai “bapak” diapresiasi banyak orang. Aktingnya sungguh sempurna memerankan sebagai bapak yang pemulung tapi bijaksana.

Siapa dia? Ia adalah Rahmat Soni Daeng Romo yang biasa dipanggil Seniman Romo. Lelaki kelahiran Makassar 22 Februari 1966 ini merasa sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk perannya ini.

“Terima kasih kepada Rere art2tonic yang memberikan kepercayaan pada saya. Dari film ini, saya juga belajar bahwa ayah adalah inspirasi bagi keluarganya,” ucapnya.

Seniman Romo mengakui bahwa “yang sebenarnya” adalah sebuah film motivasi. Pesan utamanya adalah siapa pun bisa sukses.

“Saya ingin katakan bahwa tidak ada perbedaan strata dalam mengejar pengetahuan. Siapa pun orangnya punya hak yang sama dalam menggapai impiannya,” terangnya.

Anda seorang yang sekarang sukses atau sedang menuntut ilmu dan Anda dari keluarga biasa-biasa saja?

Menontonlah film ini dan bersedialah melelehkan air mata. Setelahnya, motivasi Anda akan berlipat ganda. Setelahnya, Anda akan menelpon Bapak Anda dan mencium keningnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2