Atasi Persoalan Sampah, BRIN Kembangkan Pilot Project PLTSa Merah Putih

Klikhijau.com – Persoalan sampah semakin rumit saja. Dihasilkan tiap hari. Sementara pengelolaannya minim. Akibatnya, lingkungan tercemar. Kesehatan terancam. Kerumitan itu coba diurai Badan Riset...

Atasi Persoalan Sampah,  BRIN Kembangkan Pilot Project PLTSa Merah Putih
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Persoalan sampah semakin rumit saja. Dihasilkan tiap hari. Sementara pengelolaannya minim. Akibatnya, lingkungan tercemar. Kesehatan terancam.

Kerumitan itu coba diurai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Caranya mendorong inovasi teknologi pengelolaan sampah melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang.

Upaya ini merupakan untuk menjawab tantangan krisis pengelolaan sampah, khususnya di wilayah perkotaan.

PLTSa bukanlah hal baru bagi BRIN. Fasilitas ini telah  dikembangkan sejak tahun 2017 lalu.  Dirancang sebagai proof of concept teknologi konversi sampah menjadi energi.

Dilansir dari laman BRIN, sistem ini menurut Wiharja, Peneliti Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih, secara sederhana bekerja dengan memanfaatkan sampah kota sebagai bahan bakar.

Pertama sampah yang masuk terlebih dahulu melalui proses pemilahan dan pengeringan untuk meningkatkan nilai kalor atau energi panas.

Selanjutnya, sampah dibakar pada tungku pembakaran untuk menghasilkan panas. Panas ini digunakan untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin dan generator untuk menghasilkan listrik.

Gas hasil pembakaran sampah juga di-filter melalui serangkaian alat penyaring pencemaran udara yang telah sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

“Pendekatan ini mampu mengolah dan mengurangi volume sampah secara cepat dan signifikan hingga 80 persen sekaligus mengkonversinya menjadi energi,” ungkap Wiharja.

Menurutnya, fasilitas pilot project PLTSa Merah Putih yang telah dikembangkan BRIN masih berada pada skala demonstratif. Pilot project ini dibangun dengan kapasitas pengolahan sampah 100 ton per hari, yang sejak tahun 2018-2022 pengelolaannya bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2