Ancaman Ekologi Dibalik Perpindahan Ibukota Jakarta ke Kalimantan

Klikhijau.com - Kalimantan digadang akan menjadi ibukota negara Indonesia menggantikan Jakarta. Keputusan ini diumumkan usai presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama di Kantor Presiden, J...

Ancaman Ekologi Dibalik Perpindahan Ibukota Jakarta ke Kalimantan
Bacakan Artikel

Bambang menjelaskan, ibu kota baru memiliki sekurangnya 50% ruang terbuka hijau. Termasuk taman rekreasi, kebun binatang, taman botani, dan kompleks olahraga.

Ruang terbuka hijau ini memiliki konsep hutan kota (forest city). Komitmennya tidak akan mengurangi jumlah perlindungan area hutan di Indonesia.

"Jadi kami mendirikan ibu kota baru dari nol, kami juga mengembalikan lingkungan di Kalimantan. Ini strategi kami untuk memastikan bahwa lingkungan tidak akan diganggu," ujar Bambang.

Ancaman ekologi di baliknya

Sayangnya, Bambang tidak menjelaskan secara detail bagaimana mungkin membentuk ruang urban dalam lingkungan perhutanan tanpa merusak ekosistem. Atau dia juga tidak membagikan perspektif dari kelompok lingkungan atau ahli mengenai konsep hutan kota.

Relokasi ibukota ini berdasarkan penjelasan Bambang akan memberikan keuntungan. Yakni bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 0.1-0.2 persen, bahkan lebih. Sedangkan di kalimantan sendiri nilainya akan lebih besar.

Di samping itu, perkiraan biaya perpindahan diperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 32 Milyar Dollar USA. Dana ini didapat dari APBN, kerja sama pemerintah-badan usaha, dan partisipasi swasta BUMN.

Namun, kekhawatiran akan rusaknya alam di Kalimantan juga menjadi ancaman serius terkait perindahan ibukota ini. Pengajar arsitektur Univerisas Gadjah Mada, Laretna Trisnantari Adhisakti mengatakan, bahwa ibu kota yang baru harus menguatkan dan melindungi bentang alam Kalimantan.

"Dunia sedang melihat kita karena relokasi ibukota ke Kalimantan berarti dia akan menjadi salah satu dari dua hal, bencana atau kesuksesan: sebuah bencana karena dapat merusak paru-paru dunia selanjutnya; sebuah kesuksesan karena dapat memperbaiki paru-paru dunia," katanya Dikutip Mongabay.

Dalam skala global, perpindahan ibukota tidak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara seperti Korea Selatan, Brazil, Kazahkstan, India, Myanmar, juga Malaysia melakukan hal yang sama.

Pertanyaannya, seberapa serius kita mengurus kepindahan ibukota? Lalu seberapa hati-hati kita mengelola dampak ekologi dibaliknya? Dua pertanyaan yang sejatinya dapat dijawab tuntas pemerintah saat ini.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2