Ancaman Ekologi Dibalik Perpindahan Ibukota Jakarta ke Kalimantan

Klikhijau.com - Kalimantan digadang akan menjadi ibukota negara Indonesia menggantikan Jakarta. Keputusan ini diumumkan usai presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama di Kantor Presiden, J...

Ancaman Ekologi Dibalik Perpindahan Ibukota Jakarta ke Kalimantan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kalimantan digadang akan menjadi ibukota negara Indonesia menggantikan Jakarta. Keputusan ini diumumkan usai presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, ada tiga provinsi yang menjadi kandidat ibukota, yakni di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kajian strategis di beragam aspek tengah dilakukan dengan melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing wilayah.

“Tentunya semua prinsip yang modern, prinsip yang bisa menjaga keberlangsungan kota, dan juga misalkan kehidupan kota yang lebih nyaman itu akan menjadi fokus dari desain ibu kota baru,” kata Bambang seperti disiarkan laman Sekretariat Kabinet.

Di balik rencana perpindahan itu, banyak PR besar terkait lingkungan yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah. Disebabkan kegiatan industrial dengan jalan "membersihkan hutan" marak dalam dekade ini.

Beberapa agendanya seperti pertambangan, ilegal-logging, dan kelapa sawit. Tak hanya itu, kebakaran hutan dan deforestasi juga terjadi. Sekitar 8.000 km persegi hutan hilang dari tanah Kalimantan.

Kalimantan sendiri merupakan pulau terbesar kedua di Indonesia yang memiliki hutan tropis seluas 370.000 kilometer persegi. Di mana menurut Badan Pusat Statistik, sekitar 70.000 kilometer persegi didesain sebagai area lindung.

Kalimantan juga menjadi rumah bagi spesies endemik hidup. Seperti orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang keberadaannya dinyatakan langka.

Situs lingkungan Mongabay mengabarkan, masterplan pembangunan di Kalimantan diperkirakan akan dilakukan sesegera mungkin pada tahun 2021, dan akan selesai pada 2024 ketika masa jabatan Jokowi berakhir.

Harapannya menjadi kota ideal dan penting terlebih dari sisi lingkungan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2