3 Individu Orangutan Dilepasliarkan di Taman Nasional Betung Kerihun

Klikhijau.com - Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat kedatangan 3 individu primata berjenis Orangutan Kalimantan. Ketiga orangutan ini telah sejak lama berada dalam kondisi konservasi rumaha...

3 Individu Orangutan Dilepasliarkan di Taman Nasional Betung Kerihun
Bacakan Artikel

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bentarum, Ir. Arief Mahmud, M.Si menjelaskan, “Orangutan tempatnya bukan di rumah bersama manusia tetapi rumahnya ada di dalam hutan, TNBK merupakan rumah yang ideal bagi Orangutan untuk bisa hidup dan berkembangbiak,” jelasnnya.

Populasi Orangutan Kalimantan Kian Menurun

Orangutan meruapakan jenis primata yang terdapat di benua Asia. Kerabat jauh dari orangutan lebih banyak di benua Afrika, seperti simpanse dan gorilla. Di Indonesia sendiri, terdapat 3 jenis orangutan, yaitu Orangutan Sumatera, Orangutan Kalimantan, dan Orangutan Tapanuli.

Ketiga keluarga dekat orangutan ini terpisahkan oleh lautan lepas, sehingga dalam proses adaptasinya, mereka miliki ciri-ciri fisik yang berbeda. Orangutan Kalimantan sendiri termasuk orangutan yang badannya paling besar diantara kedua kerabatnya.

Meski begitu, populasi orangutan kian terancam. Orangutan Kalimantan dinyatakan olah lembaga konservasi internasional/IUCN kini sedang berada dalam ancaman kepunahan.

KSDAE Kementerian LHK memperkirakan populasi orangutan kalimantan di habitat aslinya tersisa 57.350 individu di habitat seluas 16.013.600 hektar yang tersebar di 42 kantong populasi. Populasi orangutan kalimantan dkanggap mengalami penurunan.

Dikutip dari LHK, 10 tahun yang lalu populasinya diprediksi terdapat 54.817 individu di habitat seluas 8.195.000 hektar. Artinya, kini di lahan yang seluas 2 kali lipat dari riset 10 tahun lalu, populasi orangutan hanya berbeda 2 ribu ekor lebih.

Menurut WWF, selaku organisasi yang mengawal kehidupan orangutan, penurunan populasi ini disebabkan ancaman hilangnya habitat alami orangutan yang kian berkurang setiiap tahunnya. Berkurangnya habitat orangutan kalimantan disebabkan oleh pembukaan kawasan hutan dan fenomena kebakaran hutan.

WWF mencatat, setiap tahunnya terjadi penurunan ekosistem hutan di Indonesia sebanyak 1,2 juta hentare. Hal ini disebabkan aktivitas manusia dan juga kebakaran hutan, angin kencang, dan kekeringan yang turut berdampak bagi populasi orangutan.

Selain itu, penurunan populasi orangutan juga disebabkan oleh perburuan manusia. Orangutan kerap diburu untuk dijadikan hewan peliharaan. Faktor lainnya adalah terjaddinya konflik dengan masyarakat setempat yang mengakibatkan kerusakan ekosostem maupun hilangnya nyawa primata ini.

WWF memperkirakan, selama 20 tahun terakhir, terjadi penurunan populasi orangutan sebanyak 55% akibat dari akumulasi tindakan kerusakan ekologis diatas. Populasi ini terancam kian berkurarng jika laju deforestasi dan konflik dengan manusia meningkat.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2