PT. Mitra Hijau Asia Akan Bangun Tempat Pemusnahan Limbah B3 di Barru
Klikhijau.com - PT. Mitra Hijau Asia akan membangun tempat pengumpulan, pemanfaatan dan pemusnahan limbah B3 dan non B3 di Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru. Pembangunan infrastruktur pemusnaha...
Klikhijau.com - PT. Mitra Hijau Asia akan membangun tempat pengumpulan, pemanfaatan dan pemusnahan limbah B3 dan non B3 di Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru.
Pembangunan infrastruktur pemusnahan limbah ini rencananya akan direalisasikan pada 2019 ini. Bila proyek ini berjalan, maka Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Barru akan memiliki sentral pemusnahan limbah B3 terbesar satu-satunya di Indonesia Timur.
Hal itu dikatakan, Ir. Agus Subiakto, konsultan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada sesi sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Camat Barru, Selasa 19 Maret 2019 kemarin.
Sosialisasi AMDAL merupakan tahapan pra pendirian usaha yang wajib dilakukan perusahaan. Sesi konsultasi publik tersebut menghadirkan perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, LSM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barru, Bappeda, dan seluruh stakeholder terkait.
[irp posts="2874" name="Brorivai Center Akan Luncurkan BRC Environment 'Clean Seas'"]
"Kajian AMDAL adalah upaya yang dilakukan untuk melihat dampak positif dan negatif berdirinya sebuah usaha. Kita perlu memperbesar dampak positifnya dan tentu saja meminimalisir dampak negatifnya," jelas Agus.
Sejumlah pertanyaan di sesi tanya jawab disampaikan warga. Umumnya mempertanyakan perihal legalitas pemilikan lokasi, ancaman negatifnya bila perusahaan pemusnah ini berdiri terhadap masyarakat dan lingkungan, ijin pendirian serta bagaimana komitmen perusahaan terkait prioritas penyerapan tenaga kerja lokal?
Pertama, soal legalitas pemilikan tanah dikonfirmasi langsung oleh Andi Akbar Oddang yang turut hadir di sesi sosialisasi dialog. Andi Akbar memastikan bahwa tanah tersebut berkekuatan hukum tetap.
"Jadi, tidak ada masalah, sebab secara hukum tanah tersebut adalah milik keluarga kami secara turun temurun," jelasnya.
[irp posts="2943" name="Dengan Bermodalkan Sampah, Pengunjung Bisa Bawa Pulang Oleh-Oleh dari Pantai Bira"]
Perihal potensi dampak negatifnya, Agus Subiakto menjelaskan bahwa teknologi yang akan dipakai memastikan tak berisiko bagi manusia dan lingkungan. Apalagi, kata Agus, lokasi pabrik cukup jauh dan memenuhi standar prosedur pendirian usaha.