Proyek Restorasi Bisa Digagalkan oleh Herbivora yang Tidak Terkendali
Klikhijau.com – Hewan pemakan tumbuhan (herbivora) memiliki peran penting dalam ekosistem. Hanya saja pada ekosistem yang rusak atau akan dipulihkan. Kehadirannya dapat menjadi ancam. Memang harus...
Klikhijau.com – Hewan pemakan tumbuhan (herbivora) memiliki peran penting dalam ekosistem. Hanya saja pada ekosistem yang rusak atau akan dipulihkan. Kehadirannya dapat menjadi ancam.
Memang harus diakui, herbivora dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi lanskap. Misalnya Gajah, ia dapat meningkatkan penyimpanan karbon dengan memakan pohon yang tidak terlalu kaya akan karbon.
Namun, selain berperan penting bagi ekosistem. Keberadaan hewan herbivora juga membawa ancaman. apalagi jika populasinya tidak terkendali.
Keberadaannya menjadi ancaman bagi tanaman hijau, terutama pada ekosistem yang sudah rusak atau dibiarkan liar oleh para hewan tersebut.
[irp]
Dilansir dari Anthropocenemagazin, ada contok klasik yang menguatkan asumsi tersebut, yakni kerusakan sungai di Taman Nasional Yellowstone, Amerika. Ketika populasi rusa tidak terkendali karena srigala yang merupakan predator musnah serigala pada awal abad ke -20, maka yang terjadi, rusa-rusa itu menghancurkan semak-semak dan pepohonan di tepi sungai.
Bukti lainnya adalah, sebuah studi baru menemukan, dalam proyek pemulihan (restorasi) hutan atau lahan yang bermasalah. Hewan herbivora dapat memberikan dampak besar pada pekerjaan revegetasi.
“Pada tahap awal (proyek restorasi), tanaman ini seperti lolipop, makanan kecil yang sangat menarik bagi para penggembala,” kata Brian Silliman, ahli ekologi Duke University yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Untuk memastikan klaimnya, Silliman bergabung dengan ilmuwan dari Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Selandia Baru. Mereka lalu melakukan penelitian di seluruh dunia mengenai dampak yang mungkin ditimbulkan oleh herbivora terhadap proyek pemulihan hutan dan lahan.
[irp]
Para peneliti mengumpulkan data dari hampir 2.600 percobaan yang dirinci dalam lebih dari 600 makalah yang mengamati interaksi antara herbivora dan tumbuh-tumbuhan di lingkungan yang berbeda.
Hasilnya, ekosistem yang relatif belum tersentuh, tempat di mana kawasan yang rusak dibiarkan tumbuh kembali dengan sendirinya, dan tempat di mana manusia mencoba melakukan pemulihan dengan meningkatkan penanaman.
Para ilmuwan melaporkan survei tersebut mengungkapkan bahwa kehadiran herbivora di proyek restorasi dikaitkan dengan pengurangan 50% jumlah tanaman yang tumbuh di sana dan penurunan 15% jumlah spesies tanaman di tempat-tempat seperti hutan dan padang rumput.
[irp]