Proyek Regional AIM-ASEAN, Sandaran dalam Mempercepat Pengendalian Spesies Invasif

Klikhijau.com – Sebuah kesepakatan tentang proyek regional strategis dalam pengendalian Spesies Asing Invasif (IAS) telah lahir. Kesepakatan ini merupakan hasil dari lokakarya “Advancing the ASEAN...

Proyek Regional AIM-ASEAN, Sandaran dalam Mempercepat Pengendalian Spesies Invasif
Bacakan Artikel

Proyek ini dirancang dengan Theory of Change yang jelas jika ASEAN memperkuat tata kelola, menyelaraskan kebijakan, membangun kapasitas, mengintegrasikan sistem data, dan memobilisasi pembiayaan berkelanjutan, maka spesies invasif dapat dicegah, dideteksi dini, dan dikelola secara efektif, sehingga berdampak pada konservasi keanekaragaman hayati dan ketahanan regional.

Salah satu kekuatan lokakarya ini adalah proses yang inklusif. Peserta tidak hanya berasal dari perwakilan negara anggota ASEAN, tetapi juga dari berbagai kementerian terkait (BAPPENAS, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, KKP, Barantin, BRIN), Sekretariat ASEAN, ACB, lembaga penelitian, dan organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa proyek yang dirancang mencerminkan kebutuhan riil di tingkat nasional dan lokal.

Pada hari ketiga, peserta melakukan kunjungan lapangan ke Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta. Kawasan mangrove ini menjadi contoh nyata dampak spesies invasif terhadap ekosistem pesisir. Para peserta berdialog dengan pengelola kawasan tentang upaya pengendalian, keterlibatan komunitas, serta restorasi ekosistem. Kunjungan ini menegaskan bahwa kebijakan regional harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata di lapangan.

Hasil lokakarya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan final Project Concept Note AIM-ASEAN yang akan diajukan ke mekanisme pendanaan seperti Global Biodiversity Framework Fund (GBFF) dan Global Environment Facility (GEF). ASEAN Centre for Biodiversity dan Kementerian Kehutanan akan memfasilitasi koordinasi lanjutan bersama negara-negara anggota dan mitra pembangunan.

“Kita tidak boleh hanya meninggalkan ruangan dengan gagasan, tetapi harus dengan cetak biru untuk aksi nyata. Proyek AIM-ASEAN adalah bukti komitmen kita untuk melindungi warisan alam ASEAN demi generasi mendatang," tegas Direktur Jenderal KSDAE.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2