Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Inspirasi hijau

Potensi Kopi Arabika Kahayya Menembus Pasar Australia Lewat Tangan Pengusaha Perempuan Bulukumba

Oleh Arman Jaya 01 Nov 2026 15:25 3 menit baca

Klikhijau.com - Keharuman kopi Arabika dari dataran tinggi Desa Kahayya, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kini berpeluang melintasi batas samudra menuju pasar internasional. Langkah diplomasi komoditas ini digerakkan oleh Andi Reski Anggraini, pengusaha muda asal Bulukumba yang terpilih mengikuti program Australia Awards Short Course: Women MSME Export Opportunities under IA-CEPA di Curtin University, Perth, Australia Barat.

Program yang diprakarsai melalui kemitraan strategis Australia Awards dan Curtin University tersebut dirancang khusus untuk menggembleng kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis perempuan di Indonesia. Lewat skema Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA), para peserta dibekali pemahaman mendalam untuk menembus dan memanfaatkan celah perdagangan global.

Reski hadir bukan sekadar sebagai peserta biasa. Ia merupakan pendiri sekaligus Chief Financial Officer (CFO) OndeWay Sinergi Indonesia, sebuah unit usaha kopi yang menerapkan konsep farm-to-cup secara konsisten. Rantai bisnis yang dibangun OndeWay mengakar kuat mulai dari pembinaan ekosistem petani lokal, tata kelola pengolahan pascapanen, proses penyangraian (roasting), hingga penyajian cangkir kopi terbaik kepada konsumen. Pendekatan terpadu ini tidak hanya menjual komoditas, melainkan juga menyuntikkan nilai tambah ekonomi bagi komunitas petani, kelompok perempuan, serta generasi muda di kawasan penghasil kopi Bulukumba.

Kawasan dataran tinggi Kahayya menjadi benteng utama potensi ini. Di sanalah biji Arabika berkualitas dipetik, menyimpan karakter rasa khas yang siap dipoles melalui penguatan identitas asal (geographical indication), konsistensi standar mutu, inovasi produk, serta penetrasi pasar ekspor.

Selama berada di Perth, Reski menyerap berbagai materi krusial yang mencakup navigasi pasar internasional, pemetaan perilaku konsumen Australia, standardisasi mutu, strategi pemasaran digital, hingga penetapan jaringan bisnis lintas negara. Pembelajaran intensif ini memberi gambaran presisi mengenai peta persiapan yang wajib dipenuhi pelaku usaha daerah agar produk lokal mampu bersaing secara adil di panggung global.

Bagi Reski, pengalaman di Australia adalah jawaban atas tantangan fundamental yang kerap menyergap UMKM di daerah. Menurutnya, persoalan utama pelaku usaha lokal bukan lagi sebatas menciptakan produk yang bagus, melainkan bagaimana membangun kesiapan sistemik, memahami regulasi negara tujuan, serta menciptakan saluran perdagangan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa potensi melimpah dari Kahayya butuh jembatan pengetahuan agar selaras dengan ekspektasi pasar global. Pengalaman dan wawasan yang ditimbanya di Perth diposisikan sebagai modal kolektif yang siap dibawa pulang ke tanah air untuk diterapkan bersama tim OndeWay, para petani pendamping, dan jejaring UMKM di Bulukumba. Menghubungkan potensi desa ke panggung dunia, baginya, adalah bagian dari kerja pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Keterlibatan Reski dalam ajang internasional ini sekaligus menggarisbawahi pentingnya keterwakilan pengusaha perempuan dari luar pusat-pusat pertumbuhan ekonomi utama nasional. Banyak UMKM perempuan di daerah memendam potensi luar biasa, namun kerap terhalang oleh minimnya akses informasi ekspor, keterbatasan adopsi teknologi, serta belum terbukanya jejaring bisnis internasional.

Guna mewujudkan cita-cita membawa Arabika Kahayya mendunia, ekosistem pendukung di tingkat daerah memegang peranan kunci. Peningkatan volume panen harus berjalan seiring dengan pembenahan mutu pascapanen, kapasitas sumber daya manusia, serta kedisiplinan menjaga standar produk secara berkala.

Reski berkomitmen memanfaatkan hasil pembelajaran ini untuk memperkuat fondasi bisnis OndeWay, menaikkan kelas kopi Arabika Kahayya, serta mentransfer pengetahuan kepada para petani lokal. Langkah awal dari Bulukumba ini diharapkan dapat meletakkan batu pertama bagi lahirnya kolaborasi bisnis konkret antara pelaku usaha Sulawesi Selatan dan pasar Australia.

Topik terkait
Kopi Kahayya Petani Perempuan Sociopreneur