Populasi Menipis, Nasib Burung Kakatua Kecil Jambul Kuning di Persimpangan Jalan

Klikhijau.com – Nasib burung kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea) berada di zona kritis. Burung dengan panjang sekitar 35 cm dan masuk kategori ukuran sedang ini—keberadaannya semakin menip...

Populasi Menipis, Nasib Burung Kakatua Kecil Jambul Kuning di Persimpangan Jalan
Bacakan Artikel

Pentingnya upaya konservasi

Karenanya, untuk menyelamatkan burung ini dari kepunahan, Wayan menekankan pentingnya upaya konservasi, pengelolaan habitat, dan edukasi masyarakat untuk mengurangi ancaman perubahan iklim bagi burung kakatua kecil jambul kuning di Taman Nasional Moyo Satonda yang terletak di Pulau Sumbawa.

"Burung kakatua kecil jambul kuning di Pulau Moyo tidak saja membuat sarang di area taman nasional. Saya melihat banyak yang membuat sarang pada pohon-pohon yang ada di lahan-lahan milik masyarakat," kata Wayan.

Dalam hal konservasi burung ini, pada hari Kamis, 19 Juni 2025  Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) melalui Project CONSERVE menggelar Konsultasi Publik Akhir Dokumen Peta Jalan Konservasi Kakatua Kecil Jambul Kuning  Taman Nasional Moyo Satonda.

Konsultasi publik ini dihadiri oleh para stakeholder yang berasal dari Pemerintah Pusat dan Daerah, TNI/POLRI, Akademisi dari Universitas Mataram, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Konservasi, Yayasan Paruh Bengkok Indonesia, Sumbawa Biodiversity, WCS-ID, Tokoh masyarakat, sektor swasta dan media.

Tahapan akhir ini akan melahirkan dokumen Peta Jalan (Roadmap) yang partisipatif dan berbasis data serta masukan multipihak yang akan menjadi dasar/acuan dalam upaya konservasi burung ini  di Taman Nasional Moyo Satonda dalam 10 tahun ke depan.

"Kami berharap dokumen peta jalan menjadi pedoman kegiatan konservasi kakatua kecil jambul kuning. Keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mendukung pelestarian spesies tersebut," ujar Kepala BKSDA NTB, Budhy Kurniawan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2