Polusi Bahan Bakar Fosil Turunkan Tingkat Kesuburan Manusia?

Klikhijau.com – Hasil pembakaran bahan fosil telah lama diduga memperburuk kesehatan manusia, khususnya yang berada di sekitar lokasi pembakaran. Karena pembakaran bahan fosil menyebabkan polusi ud...

Polusi Bahan Bakar Fosil Turunkan Tingkat Kesuburan Manusia?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Hasil pembakaran bahan fosil telah lama diduga memperburuk kesehatan manusia, khususnya yang berada di sekitar lokasi pembakaran.

Karena pembakaran bahan fosil menyebabkan polusi udara. Sementara polusi udara sangat buruk bagi kesehatan—bisa menyerang pernapasan.

Bukan hanya itu,  sebuah studi terbaru yang diterbitkan oleh Nature Review Endocrinology  telah menghubungkan penurunan tingkat kesuburan pada manusia dengan pembakaran bahan bakar fosil.

Studi tersebut menetapkan bahwa persalinan terus menurun selama 50 tahun terakhir. Meskipun studi difokuskan pada negara Denmark. Namun, kemungkinan besar banyak negara lain tampaknya mengikuti tren tersebut, termasuk Indonesia.

Studi itu mengamati bahwa satu dari setiap 10 anak di Denmark lahir dengan reproduksi berbantuan. Lebih lanjut, lebih dari 20 persen pria Denmark tidak pernah memiliki anak alias mandul. Rupanya, penurunan itu  dimulai pada awal Revolusi Industri.

Niels Erik Skakkebæk, seorang profesor di Universitas Kopenhagen, Denmark , dan juga salah satu penulis studi tersebut, mengatakan bahwa tren tersebut mengancam umat manusia secara keseluruhan.

“Kita harus menyadari bahwa kita tahu terlalu sedikit tentang infertilitas pada populasi. Sehingga langkah selanjutnya adalah mencari tahu mengapa begitu banyak pasangan muda tidak memiliki anak,” kata Skakkebæk.

Namun meski begitu, penelitian tersebut masih  perlu penelitian lanjutan. Hanya saja tampaknya memang polusi bahan bakar fosil dan racun lingkungan dapat berkontribusi pada berbagai masalah kesuburan.

Misalnya, terdapat  74.000 kasus tahunan kanker testis yang  disaksikan setiap tahun. Dan itu berkontribusi pada tingkat kesuburan yang rendah.

 Kehidupan modern dari fosil

Skakkebæk berpendapat bahwa tren seperti ini tidak dapat dijelaskan secara genetik. Karena evolusi semacam itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2