Pohon Nagasari, Tumbuhan Bertuah yang Terpinggirkan

Klikhijau.com – Pohon nagasari merupakan pohon yang pemberani. Ia menyukai tumbuh di area pemakaman—tempat yang sangat menyeramkan. Ia termasuk jenis tumbuhan dari genus Palaquium. Namanya bukan ha...

Pohon Nagasari, Tumbuhan Bertuah yang Terpinggirkan
Bacakan Artikel

Bunganya memiliki  panjang 4,5 cm dengan 4 cm. Kepala sari bungan berwarna kuning yang tumbuh di ketiak dan ujung rantingnya.

Buahnya bertipe tunggal dengan bentuk yang bulat.

Mitos

Di Indonesia, pohon nagasari ditemukan tumbuh secara liar. Meski pun ada yang membudidayakannya. Namun, demikian pohon ini termasuk jenis yang lumayan sulit ditemukan, karena umumnya ditanam di area pemakaman saja.

Pohon nagasari di mata sebagian masyarakat indonesia bukan pohon sembarangan. ada mitos yang berkembang di masyarakat sebagai jenis kayu yang ‘bertuah’ atau pohon keramat (Wikipedia).

Tidak hanya itu, Rachma, (2015) mengungkapkan bahwa pohon ini juga dipercaya untuk keselamatan, menjaga kewibawaan, perlindungan dari gangguan, maupun anti tenung.

Sementara Aminudin, (2017) menyatakan kepercayaan akan tuah pohon ini menjadikan kayunya dimanfaatkan sebagai warangka keris maupun butiran tasbih.

 Manfaat

Pohon nagasari berpotensi menjadi tumbuhan multi manfaat, mulai dari bagian kayu, bunga, biji, buah hingga getahnya.

Bagian kayu dari pohon ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan rumah antara lain seperti jendela, kusen, pintu, tulang rumah, reng, dan juga usuk.

Kayunya juga dapat dimanfaatnya  sebagai bahan pembuatan mebel, furniture, bantalan kereta api, lantai maupun balok.

Sementara bungan dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengobati diare, penghasil wangi aromatik,  ekspektoran, hingga dapat mengobati gangguan jiwa.

Sedangkan  bagian benang sarinya dapat digunakan untuk mengobati sakit panas atau demam. Dan bijinya bermanfaatkan untuk berbagai macam keperluan dan pengobatan.

Minyak bijinya, misalnya dapat digunakan sebagai minyak goreng, minyak lampu, bahan baku pembuatan mentega, sabun dan sejenisnya, obat koreng, encok, penyakit kulit dan pembuluh darah yang membesar.

Tidak hanya itu, getahnya pun dapat digunakan sebagai  bahan pembuatan bola golf, pembalut pipa isolasi kabel listrik hingga  pelindung luka.

Di Thailand, daun dari nagasari  digunakan untuk menyembuhkan bisa kalajengking dan ular (Putra, et
al., 2016). Bunga Nagasari dimanfaatkan sebagai bahan pewarna, campuran kosmetik, dan obat obatan, diantaranya sebagai jamu bagi Ibu  yang baru melahirkan, (Yuliah dkk, 2018)

Sayangnya meski banyak manfaatnya, pohon ini memiliki masalah jika ingin dibudidayakan, karena  ia termasuk pohon dengan pertumbuhan yang lambat.

Penyebaran

Di Indonesia, pohon ini  banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Maluku Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa pulau lainnya.

Sedangkan di negara lain ia banyak dijumpau  di Malaysia, Thailand, Filiphina, dan negara-negara di kawasan Asia tenggara lainnya.

Pohon ini memiliki  klasifikasi taknonomi:


  • Kerajaan         : Plantae

  • Filum               : Magnoliophyta

  • Kelas               : Magnoliopsida

  • Ordo                : Ebenales

  • Famili              : Sapotaceae

  • Genus             : Palaquium

  • Spesies           : Palaquium rostratum (Miq. Burck).

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2