PLTMH Dikelola Baik, Warga Dusun Balantieng di Pelosok Sinjai Kini Terang Benderang

Klikhijau.com - Warga dusun Balantieng Desa Bonto Tengnga, Sinjai Borong Kabupaten Sinjai yang letaknya sangat terpencil sudah setengah dekade menikmati listrik berkat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro...

PLTMH Dikelola Baik, Warga Dusun Balantieng di Pelosok Sinjai Kini Terang Benderang
Bacakan Artikel

Sebagai catatan, biaya operasional dan gaji pengelola berasal dari iuran warga hanya sebesar Rp 25.000 sebulan. Jadi, kalau dikalkulasi dengan jumlah pelanggan, hanya terkumpul dana sekitar Rp.1.425.000.

Uang tersebut digunakan untuk perawatan, gaji operator dan pengelola yang terdiri dari 5 orang. Menurut pengakuan Sudirman, ia dan adiknya mendapat upah antara Rp.400 ribu hingga Rp. 500 ribu atau sekitar Rp 250 ribua-an per orang setiap bulan.

Rencana ke depan

Agar PLTMH Balantieng dapat berkelanjutan, pihak pemerintah desa sedang memikirkan untuk mengambil alih pengelolaannya.

“Kami berencana mengelola PLTMH ini di bawah naungan BUMDES agar bisa lebih baik,” kata Kaswan Mahmud.

Sejauh ini, pengelolaannya memang diserahkan sepenuhnya pada warga dusun. Upaya memperbaiki tata kelola dianggap penting untuk menjaga keberlanjutannya.

Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Perdagangan Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sinjai, Ir. Idham mengatakan, ke depan pihaknya akan mendorong PLTMH Balantieng agar lebih mandiri lagi.

“Kita akan mendorong ke depannya agar aset tersebut diserahkan kepada desa sebagai aset desa. Sekarang ini kan, statusnya masih aset Pemda. Kalau sudah jadi aset desa, tentu bisa lebih profesional dan mandiri,” jelas Idham.

Akhir tahun ini, Pemerintah Desa Bonto Tengnga akan meresmikan tempat wisata terbaru yakni kolam renang di atas gunung. Rencananya, semua fasilitas listrik di kawasan wisata ini nantinya akan memakai jaringan listrik PLTMH.

“Saya tidak mau memakai jaringan PLN. Saya akan memberdayakan PLTMH Balantieng,” tegas Kaswan Mahmud.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2