Perkuat Populasi, 5 Individu Orangutan Kembali ke Rumah di TN Betung Kerihun

Klikhijau.com – Hari istimewa itu tiba bagi lima individu orangutan. Tepatnya pada hari Selasa, 30 Juni 20226 lalu. Di mana kelimanya kembali menghirup udara bebas di alam liar. Lokasinya di Sub-DAS M...

Perkuat Populasi, 5 Individu Orangutan Kembali ke Rumah di TN Betung Kerihun
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Hari istimewa itu tiba bagi lima individu orangutan. Tepatnya pada hari Selasa, 30 Juni 20226 lalu. Di mana kelimanya kembali menghirup udara bebas di alam liar. Lokasinya di Sub-DAS Mendalam, Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kebebasan mereka diperoleh setelah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS/SOC) melepasliarkan mereka berlima.

Kelima individu orangutan itu terdiri dari satu jantan dan empat betina. Kelimanya merupakan hasil rehabilitasi.

Sebelum kita melangkah jauh bagaimana proses pelepasliarannya, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan kelimanya. Mereka adalah Benazir (14 tahun), Jamilah (25 tahun) beserta anaknya Ulin (1 tahun), dan Sinta (13 tahun) beserta anaknya Sabine (2 tahun).

Mereka telah dinyatakan siap secara fisik maupun perilaku setelah melewati proses rehabilitasi intensif di Sekolah Hutan Jerora serta pemeriksaan medis dan karantina pra-pelepasliaran selama satu bulan.

Pelepasliaran kali ini merupakan pelepasliaran orangutan tahap ke-18. Sejak dimulainya kerja sama ini pada tahun 2017 hingga Desember 2025.

Tercatat sebanyak 17 tahap pelepasliaran telah berhasil dilaksanakan dengan total 39 individu orangutan (37 hasil rehabilitasi dan 2 hasil translokasi) yang dilepasliarkan di kawasan TN Betung Kerihun. Orangutan yang dilepasliarkan terdiri dari subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus dan Pongo pygmaeus wurmbii.

Dirancang matang

Pelepasliaran kelimanya tidak instan, persiapan keberangkatan telah dirancang secara matang guna meminimalkan stres pada satwa. Proses pengangkutan menempuh perjalanan darat dan air dari Sintang menuju Putussibau hingga ke stasiun pelepasliaran dengan total waktu sekitar 10–12 jam.

Sebelum dilepaskan secara penuh, orangutan diistirahatkan di kandang habituasi terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologis mereka pasca transportasi.

Sub-DAS Mendalam, TN Betung Kerihun dipilih sebagai lokasi pelepasliaran berdasarkan kajian ekologi komprehensif, yang menunjukkan ketersediaan vegetasi pakan Orangutan yang melimpah (mencapai 52% dari total jenis flora yang ditemukan) serta daya dukung habitat yang sangat memadai.

Selain memperkuat konservasi satwa liar dilindungi, upaya pemulihan populasi orangutan di habitat alaminya juga sejalan dengan agenda FOLU Net Sink 2030 melalui penguatan fungsi kawasan hutan sebagai penyerap karbon, penjaga keanekaragaman hayati, dan penyangga ekosistem.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2