Peringati HCPSN, KLHK Gelar Obrolan Konservasi Medis Satwa Liar

Klikhijau.com - Perlindungan kesejahteraan satwa perlu dilakukan melalui upaya advokasi dan edukasi yang lebih gencar. Hal ini lantaran kecenderungan meningkatnya pecinta satwa, baik pribadi maupun ya...

Peringati HCPSN, KLHK Gelar Obrolan Konservasi Medis Satwa Liar
Bacakan Artikel

Sementara itu, Ketua Umum ASLIQEWAN, drh. Huda Shalahudin, mengatakan bahwa medis konservasi tidak hanya dapat dilakukan oleh dokter hewan, dan perlu didukung oleh keilmuan lain.

"Saat ini tuntutan terhadap profesi dokter hewan cukup tinggi. Sementara, kami tidak hanya masih kurang dari jumlah, melainkan kualitas. Oleh karena itu, kami terus memperkaya diri baik dari aspek keilmuan maupun aspek legal," kata drh. Huda.

Lebih jauh dituturkan drh. Huda, Sekarang ini, di Indonesia juga tengah dikembangkan apa yang disebut One Health. Konsep One Health merupakan kalaborasi multi disiplin dan multi sektoral dalam mengantisipasi dan menangani penyakit pandemi. One Health menekankan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hasil interaksi manusia dan hewan agar dapat diantisipasi secara intensif.

"Dunia saat ini sedang mengupayakan bagaimana kesehatan hewan, kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan terbalut secara sistematis dengan pendekatan One Health," imbuhnya.

"Ini untuk menanggulangi isu zoonosis atau penyebaran penyakit dari hewan ke manusia, begitu pun sebaliknya. Prinsip utamanya yaitu komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi," terang drh. Achmad Gozali, National Technical Advisor FAO ECTAD Indonesia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya dibutuhkan "komunikasi" yang baik antara manusia dengan satwa. Terkait hal ini, drh. Rajanti Fitriani, mengembangkan metode Mind Power, yaitu teknik menggali informasi melalui pikiran bawah sadar, yang bisa diterapkan pada satwa.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: