Pentingnya Peran Agama untuk Perangi Covid-19 dan Selamatkan Bumi

Klikhijau.com – Aktivitas keagamaan tidak seleluasa dulu sebelum datangnya teror Covid-19. Tempat-tempat ibadah banyak yang tutup. Setiap pemeluk agama dianjurkan beribadah di rumah masing-masing....

Pentingnya Peran Agama untuk Perangi Covid-19 dan Selamatkan Bumi
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Fenomena itu merupakan bukti nyata bahwa di balik itu semua ada campur tangan manusia. Karenanya, kedua srinkandi BB itu berpendapat, bahwa tidak cukup jika hanya mengurus manusia saja, kita juga harus merawat alam.

Andersen dan Karam mencoba menawarkan solusi dalam merawat alam agar manusia bisa terhindari dari pandemi di masa mendatang:



  • Mendukung investasi di sektor energi terbarukan.



Paket stimulus ekonomi harus mendukung investasi di sektor energi terbarukan, teknologi konstruksi dan infrastruktur yang cerdas, dan moda transportasi massal yang ramah lingkungan. Hal ini bisa menyelamatkan Bumi.


  • Mengubah kebiasaan konsumsi atau praktik produksi



Kebiasaan konsumsi atau praktik produksi harus kita ubah. Caranya, kurangi berbelanja, kurangi pemborosan, dan lebih banyak memanfaatkan ulang barang bekas, seperti yang sudah dilakukan oleh banyak selama masa karantina.


  • Menghijaukan ulang hutan-hutan



Langkah selanjutnya, kita harus menghijaukan ulang hutan-hutan dan berinvestasi di kawasan suaka alam. Dan kita harus memerangi perdagangan gelap satwa liar atau sumber daya hutan, serta memperbaiki tingkat kebersihan dan higiene di pasar-pasar.

Tiga langkah di atas bisa terwujud jika pemimpin dan komunitas agama terlibat di dalamnya. Agama terbukti mampu mengawal sebuah perubahan karena institusi ini termasuk yang paling tua dan bertradisi panjang.

Agama juga mampu menyediakan jenis layanan yang krusial bagi kehidupan miliaran manusia di seluruh dunia. Sebab itu agama menjadi mitra yang tidak bisa dikesampingkan, baik dalam situasi normal ataupun di tengah bencana.

Potensi agama dalam mengawal sebuah perubahan sangat krusial, banyak organisasi keagamaan, semisal Muhammadiyah, dan NU di Indonesia memiliki lembaga pendidikan dalam jumlah besar.

Dengan anggota yang banyak akan mudah bagi komunitas agama ikut menggalang kesadaran, betapa kesehatan manusia dan kondisi planet Bumi terkait satu sama lain.

Organsasi keagamaan pun tak hanya memiliki lembaga pendidikan, tapi juga organisasi agama mengelola pusat-pusat kesehatan yang ikut memerangi pandemi saat ini, dan menawarkan layanan kesehatan kepada kelompok masyarakat yang paling terpencil dan terisolasi.

“Seperti yang terjadi saat ini, manusia dalam keangkuhannya justru merobohkan rumah yang banyak diyakini sebagai anugerah Ilahi. Pemimpin agama harus terus menggunakan pengaruh besarnya untuk mengkampanyekan sebuah planet yang sehat, seperti pula umat beragama harus mengikuti panggilan alam untuk ikut melindungi ciptaan Tuhan seperti yang tercantum di semua kitab suci atau tradisi,” ungkap Andersen dan Karam seperyi yang dikutip dari DW.

Inisiatif yang ditelurkan oleh dua srikandi PBB itu merupakan awal yang baik, tapi kita bisa berbuat lebih banyak lagi dalam tindakan nyata.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2