Pentingnya Peran Agama untuk Perangi Covid-19 dan Selamatkan Bumi

Klikhijau.com โ€“ Aktivitas keagamaan tidak seleluasa dulu sebelum datangnya teror Covid-19. Tempat-tempat ibadah banyak yang tutup. Setiap pemeluk agama dianjurkan beribadah di rumah masing-masing....

Pentingnya Peran Agama untuk Perangi Covid-19 dan Selamatkan Bumi
Bacakan Artikel

Pemuka agama dianggap mampu dan harus membantu mencegah krisis serupa ini terjadi di masa depan. Mereka harus memanfaatkan pengaruh mereka yang besar untuk menggandakan perlindungan bagi planet Bumi dan peradaban manusia.

Kedatangan Covid-19 dan penyakit lainnya adalah karena faktor manusia itu sendiri. Manusia enggan puas dan puasa dalam menyalahgunakan kekuasaannya terhadap alam.

Telah diketahui bersama, banyak penyakit berasal dari hewan yang kemudian melompat ke manusia. Semua itu merupakan imbas dari perusakan lingkungan dan segala makhluk di dalamnya dan yang mendapat โ€œcelakanyaโ€ adalah manusia itu sendiri. (bacaย  Merusak Hutan Sama Saja Mengundang Penyakit Baru Berdatangan)

Banyak fenomena alam yang sesunggunya mengirim pesan kepada kita semua. Mulai dari kebakaran hutan, kemunculan serangan serangga di Afrika, munculnya fenomena ular kobra dan ribuan cacing di Indonesia, bahkan munculnya Covid-19 adalah pesan alam yang harus direnungkan.

[irp]

Fenomena itu merupakan bukti nyata bahwa di balik itu semua ada campur tangan manusia. Karenanya, kedua srinkandi BB itu berpendapat, bahwa tidak cukup jika hanya mengurus manusia saja, kita juga harus merawat alam.

Andersen dan Karam mencoba menawarkan solusi dalam merawat alam agar manusia bisa terhindari dari pandemi di masa mendatang:



  • Mendukung investasi di sektor energi terbarukan.



Paket stimulus ekonomi harus mendukung investasi di sektor energi terbarukan, teknologi konstruksi dan infrastruktur yang cerdas, dan moda transportasi massal yang ramah lingkungan. Hal ini bisa menyelamatkan Bumi.


  • Mengubah kebiasaan konsumsi atau praktik produksi



Kebiasaan konsumsi atau praktik produksi harus kita ubah. Caranya, kurangi berbelanja, kurangi pemborosan, dan lebih banyak memanfaatkan ulang barang bekas, seperti yang sudah dilakukan oleh banyak selama masa karantina.


  • Menghijaukan ulang hutan-hutan



Langkah selanjutnya, kita harus menghijaukan ulang hutan-hutan dan berinvestasi di kawasan suaka alam. Dan kita harus memerangi perdagangan gelap satwa liar atau sumber daya hutan, serta memperbaiki tingkat kebersihan dan higiene di pasar-pasar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: